Event Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Siap Digelar Kembali

share on:
Ilustrasi penyelenggaraan event budaya yang menjadi salah satu atraksi pariwisata di era pandemi. (Shutterstock/Moch Farabi Wardana)

JAKARTA- Kabar baik bagi kamu yang kangen keseruan event musik hingga budaya di masa pandemi Covid-19. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bakal kembali menggelar event musik, olahraga, hingga berbagai pagelaran budaya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebutkan, saat ini beberapa kegiatan yang telah mendapatkan izin dari kapolri, antara lain olahraga, musik, MICE (Meetings, Incentives, Conferencing, Exhibitions), dan berbagai acara budaya. 

Meski begitu, tentu saja harus tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari menggunakan masker, menjaga jarak, hingga menjaga kebersihan dengan cuci tangan menggunakan sabun.

“Kemenparekraf menggandeng Polri, Satgas COVID-19, Kementerian Kesehatan, dan pemerintah pusat untuk memastikan protokol kesehatan berjalan sepenuhnya,” ujar Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/4/2021).

Selain pengetatan protokol kesehatan, penyelenggara juga bakal memperhatikan status lokasi kegiatan. Ada tiga klasifikasi wilayah yang harus diperhatikan, yaitu zona hijau, kuning, dan merah. Setiap zona tersebut nantinya akan menjadi patokan diberlakukannya event parekraf yang akan diselenggarakan.

Pada zona hijau, acara bisa dilakukan secara terbuka dengan protokol kesehatan yang ketat. Sementara itu, event di zona kuning harus dilakukan secara hybrid, yaitu terbuka secara terbatas (luring) dan juga virtual (daring). Apabila diadakan di wilayah zona merah, maka sangat disarankan untuk menjalankan berbagai acara secara daring.

Sandiaga menegaskan penerapan CHSE dalam penyelenggaraan event, bukan hanya harus memperhatikan protokol kesehatan dan status wilayah. Beberapa unsur wajib terpenuhi, antara lain Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).

“Dengan diadakannya kembali berbagai event di sektor Parekraf, diharapkan menjadi titik terang bagi berbagai subsektor ekonomi kreatif di Indonesia,” pungkasnya. (*)