Geopark Maros-Pangkep Menuju Pengakuan UNESCO

share on:
Karst Maros Pangkep. (Foto: Instagram/@visit_sulsel)

UPDATEINDONESIA.COM- Tim  UNESCO dikabarkan telah meninjau kesiapan Geopark Maros-Pangkep untuk menjadi Global Geopark (Taman Bumi) di Badan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan di PBB.

Informasi tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Pangkep Ahmad Djaman. Dikatakan, UNESCO memberikan waktu 6 bulan untuk melengkapi berbagai persyaratan agar status Geopark Maros-Pangkep bisa berubah menjadi UNESCO Global Geopark (UGG).

"Mereka (tim UNESCO) meminta agar melengkapi beberapa hal yang jadi syarat menjadi Global Geopark," katanya, seperti dikutip republika.co.id, Kamis (17/9)

Ahmad Djam'an menyebut sejumlah persyaratan harus dibenahi sesuai permintaan tim UNESCO. Antara lain, kesiapan sarana prasarana, akses jalan menuju lokasi, daya tarik, kesiapan objek wisata termasuk konsistensi pemerintah dan masyarakat untuk menjaga  keasliannya.

"Ada sejumlah fasilitas yang dipersyaratkan, seperti papan nama, akses jalan sehingga melibatkan banyak pihak termasuk Dinas Perhubungan untuk membuat rambu-rambu menuju lokasi geopark," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pengelola Geopark Nasional Maros Pangkep yang dibentuk Gubernur Sulawesi Selatan telah mengajukan berkas permohonan kepada International Geoscience and Geoparks Programme (IGGP) UNESCO di Paris, Prancis.

"Jadi sementara dalam proses. Kami dari Pemkab Pangkep tentunya fokus melengkapi segala persyaratan agar Geopark Maros Pangkep ini bisa mendunia," ujarnya.

Geopark Maros-Pangkep ditetapkan sebagai Geopark Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia pada November 2017. Gubernur Sulsel pun merespon status itu dengan mengeluarkan Surat Keputusan tentang Badan Pengelola Geopark Maros Pangkep.

Jika berhasil masuk daftar Global Geopark UNESCO, Ahmad Djaman berharap Geopark Maros Pangkep dapat dimanfaatkan sebagai lokasi penelitian situs budaya, pengembangan pariwisata untuk menggaet wisatawan mancanegara. Untuk itu, ia mengajak pihak berwenang maupun masyarakat setempat berkomitmen untuk menjaga keaslian alam dan lingkungan di Geopark Maros Pangkep.

Geopark Nasional Maros Pangkep memiliki kekayaan dan pesona alam yang natural. Seperti Tondong Tallasa di Desa Bantimala yang dikenal memiliki lanskap alam yang unik dan langka.

Untuk mencapai ke lokasi itu, perjalanan yang harus ditempuh memang tidak mudah. Namun, pesona dari Batuan Alas atau batuan tertua di dunia, yang dilewati membuat perjalanan menjadi semakin menyenangkan.

Tidak hanya itu, disana, terdapat juga Goa Kalibbong Aloa yang berada di ketinggian 200 meter dengan tingkat kemiringan tebing hampir 90 derajat. Butuh perjuangan yang cukup berat untuk menikmati indahnya Goa Kalibbong Aloa.

Selain itu, Geopark Maros Pangkep juga menawarkan bukti sejarah dari keberadaan Kerajaan Segeri di Pangkep, Sulawesi Selatan dan masih terjaga keasliannya. Bahkan, seseorang yang dianggap sebagai penasihat raja pada masanya masih ada hingga saat ini.

Geopark Maros-Pangkep menyimpan kekayaan hayati karena menjadi rumah bagi satwa endemik dan langka. Salah satunya adalah Kera Hitam Sulawesi atau Macaca Maura yang terancam punah. Selain itu, ada 125 jenis kupu-kupu yang tinggal di kawasan karst ini. Masih banyak pula fauna unik yang ditemukan hidup di gua-gua Geopark Maros-Pangkep. (*)


share on: