Gubernur Kaltim Sepakat Guru Honorer Diangkat Jadi PNS Tanpa Tes

share on:
Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor (Foto: samsul/humaskaltim)

SAMARINDA- Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor berharap kebijakan afirmasi dalam seleksi ASN, baik PPPK maupun CPNS dikaji ulang. Ia memberi catatan khusus dalam pengusulan tenaga honorer yang akan diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN), baik calon pegawai negeri sipil (CPNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

"Kami sangat berharap kepada Komisi X DPR RI,  terkait kebijakan afirmasi dalam seleksi ASN, baik PPPK maupun CPNS. Semisal, khusus guru berpengalaman, pemerintah tidak lagi melakukan seleksi seperti dilakukan kepada calon peserta yang muda dan belum berpengalaman,” kata Isran dilansir dari kaltimprov.go.id.

Seperti tes menggunakan komputer.  Tentu menjadi kesulitan bagi para guru yang sudah cukup berumur. “Guru yang memiliki berpengalaman mengajar 5 tahun, 10 tahun bahkan puluhan tahun, sebaiknya tidak usah lagi tes. Diangkat saja langsung menjadi PNS,” sambungnya.

Bagaimanapun, kata Isran, guru itu sudah memiliki pengalaman mengajar. Negara seharusnya memberikan  perlakuan berbeda. Belum tentu mereka menang jika diadu dengan anak-anak baru zaman sekarang. “Mereka sudah cukup lama mengabdi, berbakti dan juga telah berbuat untuk bangsa dan negara," tandasnya.

Isran Noor menjadi satu-satunya gubernur yang hadir memenuhi undangan Komisi X  DPR RI dalam Rapat Panja Pengangkatan Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Menjadi Aparatur Sipil Negara (PGTKH-ASN) di Jakarta akhir Maret 2021 lalu. Dalam hal ini, Isran didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim Anwar Sanusi dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kaltim Diddy Rusdiansyah.

“Yang paling benar, ya Pak Isran. Beliau hadir langsung dalam rapat pendapat ini. Apalagi ini soal nasib para guru honorer," puji Wakil Ketua Komisi X  DPR RI, Abdul Fikri Faqih saat memimpin rapat tersebut. (*)