Indonesia Harus Waspadai Kebijakan Luar Negeri Joe Biden

share on:
Presiden Terpilih AS - Joe Biden

UPDATEINDONESIA.COM- Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) memperingatkan Indonesia agar mewaspadai kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) di era kepemimpinan Joe Biden dan Kamala Harris.

 

Pasalnya, sepanjang masa kampanye, Biden kerap mengemukakan program pemulihan ekonomi berbasis pada semangat produk lokal dan pengembangan industri manufaktur dalam negeri. Artinya, belanja pemerintah AS akan dipusatkan kepada brand dalam negeri dan memperketat penerapan kandungan lokal pada produk-produk yang berlabelkan Made in America.

 

“Hal ini ditandai dengan program Buy American yang ditargetkan dapat menghimpun pendapatan sebesar 400 miliar dolar AS pada tahun pertama kepemimpinan Joe Biden untuk kemudian digunakan menggerakkan perekonomian dalam negeri dan mendorong investasi pada sektor clean energy,,” kata Peneliti CIPS Pingkan Audrine Kosijungan dalam pernyataan resminya di Jakarta, Senin (9/11).

 

Dengan demikian, Indonesia dapat memfokuskan diri untuk menyasar pasar AS melalui ekspor untuk produk-produk non-manufaktur. Potensi lain yang dapat dikembangkan juga terletak pada industri mobil elektrik yang tengah dikembangkan Indonesia. "Melihat target ambisius Joe Biden untuk menjadikan Amerika Serikat eksportir global untuk produk manufaktur ramah lingkungan. Maka menjalin kerja sama di ranah ini merupakan sebuah peluang," lanjut Pingkan.

 

Selain itu, Indonesia juga perlu memastikan perpanjangan generalized system of preference (GSP) yang diberikan beberapa waktu lalu ketika Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, melawat ke Indonesia masih dapat dimanfaatkan sesuai dengan pembaruan status tersebut. Hal ini penting untuk terus dikembangkan mengingat tidak semua negara mendapatkan fasilitas GSP dari Pemerintah Amerika Serikat.

 

"Manfaat yang didapat dari diperpanjangnya status GSP ini bagi Indonesia adalah terlepasnya bea masuk bagi produk-produk ekspor Indonesia ke pasar Amerika Serikat yang saat ini jumlahnya berada di kisaran 800 komoditas," tungkasnya.

 

Disamping itu, kata Pingkan, melihat prioritas kebijakan Joe Biden yang memusatkan diri pada aspek lingkungan dan keberlanjutan, juga menjadi penting bagi Indonesia untuk turut mengembangkan produk-produk yang memperhatikan kedua aspek tersebut agar dapat menambah daya saing diekspor ke negeri Paman Sam. Sekaligus membina hubungan berkesinambungan dengan Pemerintahan  Amerika Serikat yang baru nantinya. (*)


share on: