Insentif Nakes Bontang Nunggak Dari Januari 2021, Pemkot Baru Mau Bayar 4 Bulan

share on:
Tim Covid-19 RSUD Taman Husada Bontang

UPDATEINDONESIA.COM- Pemkot Bontang Kalimantan Timur memastikan akan membayar sebagian insentif tenaga kesehatan (Nakes) yang tertunggak sejak Januari 2021. Saat ini sedang dalam proses review untuk pergeseran anggaran.

“Diusulkan 4 bulan dulu. Sisanya dibayar melalui APBD Perubahan,” kata Sekretaris Daerah Kota Bontang Aji Erlinawati, Jumat (16/7/2021).

Sebelumnya, Nakes yang menangani COVID-19 di rumah sakit daerah mengeluhkan insentif yang tak kunjung cair. Padahal Nakes rumah sakit swasta yang ditanggung pemerintah pusat sudah menikmati insentif dari Januari hingga April 2021.

“Jujur kami merasa dianaktirikan,” Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) kota Bontang, Surya beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, ia memastikan Nakes tetap akan memberikan pelayanan maksimal dalam menangani pasien COVID-19 meski belum menerima insentif.

Diketahui, skema pembayaran insentif tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan Covid-19 tahun ini mengalami perubahan. Nakes yang bertugas di RSUP, BUMN, RS Swasta, TNI/POLRI dianggarkan dan dibayarkan oleh pemerintah pusat.

Sementara insentif tenaga kesehatan di RSUD provinsi, kabupaten, kota, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas) dianggarkan dan dibayarkan oleh pemerintah daerah melalui alokasi 8% dari dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil (DBH) di masing-masing daerah. Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 17 tahun 2021.

Adapun besaran insentif berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020, meliputi Dokter Spesialis Rp15 juta/bulan, Dokter Umum dan Gigi Rp10 juta/bulan, Bidan dan Perawat Rp7,5 juta/bulan, Tenaga Medis Lainnya Rp5 juta/bulan. (sena)