Ironis, Bocah 15 Tahun Di Bontang Diduga Sodomi Anak Usia 8 Tahun Gegara Nonton Video Porno

share on:
Ilustrasi pelaku tindak asusila

UPDATEINDONESIA.COM- Bilik jeruji besi sepertinya tak membuat RH (15) jerah. Bocah asal Jalan Sekolahan Gang Pelabuhan, Bontang Utara ini kembali berurusan dengan polisi karena diduga terlibat pencabulan terhadap anak usia 8 tahun.
 

Ironisnya, ia menjalankan aksinya setelah menonton video porno. Tahun lalu, remaja bertubuh kurus ini sempat berurusan dengan polisi karena diduga terlibat aksi pencurian bermotor atau curanmor. Kala itu, pihak berwajib memutuskan tidak melanjutkan kasusnya (diversi) karena RH masih 14 tahun atau di bawah umur.
 

Dia dikembalikan ke orangtuanya untuk dididik lebih lanjut. Bukannya jera, ia justru mengulangi kejahatan yang lebih berat. Kali ini dia diduga telah menyodomi bocah laki-laki berumur 8 tahun berinisial HR, yang masih terhitung tetangga sendiri

 

Menurut keterangan kepolisian, kelakuan bejat RH terungkap Sabtu (19/9/2020) saat M, ibu korban HR, curiga dengan perubahan sikap sang anak. Muka HR terlihat pucat pasi dan terlihat selalu lemas. Awalnya, korban sempat menolak mengungkapkan apa yang baru saja dialaminya.
 

Tetapi setelah didesak, terkuaklah semua kejahatan RH. Korban mengaku telah disodomi di rumahnya, Jalan  Tari Gantar, Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara. M lantas melaporkan kejadian yang dialami anaknya ke polisi.
 

"Pelaku ditangkap Sabtu (19/9) kemarin, sekitar pukul 17.00 WITA oleh Tim Rajawali di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang. Polisi menyita barang bukti berupa pakaian korban saat pencabulan terjadi," ucap Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo melalui Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat, Selasa (22/9/2020).

 

Dari hasil pemeriksaan, RH mengaku perbuatannya dipicu oleh kegemarannya menonton video syur lewat ponsel. Atas perbuatannya, pelaku terancam Pasal 82 ayat (1) juncto Pasal 76e Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (*)


share on: