Jalan Keluar Penanganan Banjir Loktuan Tuai Titik Temu

share on:
Komisi III DPRD Bontang turun meninjau lokasi banjir di Kelurahan Loktuan

UPDATEINDONESIA.COM- Titik terang penanganan banjir di Kelurahan Loktuan mulai terlihat. Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina mengatakan masalah lahan untuk peningkatan drainase sudah beres.

 

Pemilik lahan H.Biri dan ahli waris H.Nimpe bersedia menghibahkan lahannya jika memang dipelukan. Begitupun PT Kaltim Industrial Estate (KIE) yang menebar sinyal bakal membantu penanggulangan banjir melalui program CSR perusahaan.

 

“Komisi III tinggal menunggu hasil dari kelurahan yang siap memfasilitasi dan catatan itu kami tunggu sesuai pernyataan para pihak,” ujarnya usai memimpin rapat kerja, Senin (9/11) siang.

 

Sebelumnya, banjir yang kerap menerjang rumah warga di RT 48, RT 51, dan RT 52, Kelurahan Loktuan menjadi perhatian khusus DPRD Bontang. Lantaran bertahun-tahun belum ada solusi.

 

Menurut keterangan H Biri, di kawasan itu dulunya terdapat sungai yang lebarnya sekitar 4 meter menjulur hingga ke pelabuhan. Namun seiring dengan adanya aktivitas PT KIE yang membangun perumahan maka sungai tersebut mulai tertimbun, ditambah lagi timbunan dari pasar. Kini sungai itu berada di dalam pagar pembatas yang di banguan PT KIE.

 

"Saya tahu persis karena sungai itu menjadi tapal batas antara lahah saya dengan tanah yang dibeli PT KIE," jelas pria yang sempat 20 tahun menjabat kepala dusun di kawasan itu.

 

Mengenai lokasinya yang berada di dalam pagar PT KIE, "Saya tidak tahu apakan perusahaan membelinya sekalian sama sungainya atau tidak," tegasnya.

 

Namun demikian ia menilai tidak ada masalah jika parit tersebut mau diperluas karena status awalnya memang sungai.  "Kalaupun lebar sungai nantinya dinilai masih kurang dan peluasan harus mengambil sebagian lahan saya, juga tidak ada masalah," tungkasnya.

 

Menaggapi persoalan tersebut, Sekertaris Perusahaan PT KIE Sutikno menjelaskan bahwa lahan yang dimaksud tersebut merupakan bagian dari penyertaan aset PT Pupuk Kaltim kepada PT KIE. "Untuk luasannya kami akan cros cek ulang legalitasnya," bebernya. (*)


share on: