Jurnalis Al Jazeera Tewas di Tepi Barat, IJTI Ingatkan Ancaman Kemerdekaan Pers

share on:
Jurnalis veteran Al Jazeera, Shereen Abu Aqleh tewas saat sedang meliput pnyebuan pasukan pendudukan Israel di kamp Jenin, Rabu (11/5/2022).

Kekerasan terhadap jurnalis di berbagai belahan dunia hingga saat ini terus terjadi. Kali ini kekerasan menimpa jurnalis veteran Al Jazeera Shireen Abu Akleh (51). Shireen ditembak hingga tewas oleh tentara Israel saat meliput di kota Jenin, Tepi Barat yang diduduki pada Rabu (11/5/2022) pagi.


Peristiwa ini sekaligus menodai kemerdekaan pers sedunia yang baru saja dirayakan awal bulan Mei lalu. Tewasnya Shireen akibat konflik Israel dan Palestina semakin menambah daftar jurnalis yang dibunuh saat sedang bertugas.


Dalam kurun waktu 10 tahun setidaknya ada 562 jurnalis di dunia yang dibunuh. Sementara pada tahun 2021 ada sebanyak 45 jurnalis yang tewas dibunuh di seluruh dunia. Ini menjadi bukti betapa masih rentannya keselamatan bagi para jurnalis.

Foto terakhir Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Aqleh, diambil hanya beberapa menit sebelum dia ditembak mati oleh tembakan Israel di Kamp Jenin, Rabu (11/5/2022).


Dunia telah bersepakat bahwa profesi jurnalis adalah profesi yang dilindungi dan terbebas dari segala intervensi. Kasus kekerasan yang menimpa jurnalis saat menjalankan tugasnya harus menjadi perhatian seluruh dunia. Karena situasi ini menjadi ancaman serius bagi kemerdekaan pers di seluruh dunia. 
 

Pun Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menaruh perhatian serius terhadap kasus kekerasan yang menimpa para jurnalis, tidak hanya di dalam negeri namun juga di berbagai belahan dunia, termasuk tewasnya Shireen.


Atas tragedi ini, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) pada 12 Mei 2022 menyampaikan beberapa hal sebagai berikut : 

1.Menyampaikan keprihatinan serta duka yang mendalam atas meninggalnya Shireen Abu Akleh saat meliput konflik Israel dan Palestina 

2.Mengecam dan mengutuk segala bentuk kekerasan kepada para jurnalis di berbagai belahan dunia

3.Meminta kepada badan dunia untuk komitmen menjaga dan melindungi para jurnalis yang tengah menjalankan tugasnya

4.Mendesak otoritas dunia agar dilakukan investigasi mendalam dan transparan terhadap kasus tewasnya Shireen

5.Mengajak seluruh organisasi jurnalis di dunia untuk bersatu melawan berbagai kekerasan terhadap jurnalis

6.Menyerukan kepada seluruh jurnalis di Indonesia dan di dunia untuk mengutamakan keselamatan dalam menjalankan tugas mulia. (Siaran Pers)