Kepala Daerah Diminta Tekan Angka Stunting Hingga di Bawah 14 Persen

share on:
Presiden Jokowi memukul gong tanda dimulainya Rakornas kepala daerah dan forkopimda se- Indonesia tahun 2023

UPDATEINDONESIA.COM- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong semua kepala daerah menekan angka gagal tumbuh anak atau stunting di bawah 14 persen pada 2024.

 

Menurut Jokowi, hal itu penting mengingat Indonesia akan memiliki bonus demografi yang puncaknya pada tahun 2030-2035 sehingga pengembangan sumber daya manusia (SDM) harus dioptimalkan.

 

"Kalau SDM kita tidak berada pada posisi pertumbuhan dan produktivitas yang baik, maka hati-hati. Bukan keuntungan yang akan kita dapat, tetapi akan memberikan beban yang besar kepada negara," kata Jokowi saat memimpin Rakornas  Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di Sentul International Convention Centre, Selasa (17/1/2023).

 

Berdasarkan pemetaan pemerintah, angka stunting secara nasional terus mengalami penurunan dari angka 37 persen pada tahun 2014 menjadi 24 persen pada tahun 2021 dan 21 persen pada tahun 2022. Sementara pemerintah satu tahun kedepan adalah di bawah level 14 persen.

 

Jokowi mengakui, menurunkan angka stunting di bawah level 14 persen tahun 2024 bukanlah perkara mudah. Butuh kerja keras dan aksi nyata dari semua pihak. Termasuk dukungan korporasi.

 

Selain itu, Jokowi juga meminta semua kepala daerah memanfaatkan teknologi dan platform aplikasi dalam memantau stunting di daerahnya masing-masing.

 

"Seperti yang telah diterapkan Kabupaten Sumedang. Berkat pemanfaatan teknologi, angka stunting di daerah itu turun drastis dari 32 persen menjadi 7 persen dalam tiga tahun terakhir," lanjutnya.

 

Begitupun pencapaian Kabupaten Kampar yang sukses menurunkan angka stunting dengan cara yang berbeda. Yakni menitipkan anak-anak di perusahaan besar yang ada di daerahnya. Dengan metode seperti itu, salah satu kabupaten di provinsi Riau itu mampu menekan angka stunting dari 27 persen menjadi 8 persen. 

 

"Di Kampar ini 100 anak titipkan, 200 anak titipkan, 50 anak titipkan di perusahaan. Itu juga berhasil menurunkan dari 27 menjadi 8 persen," tandasnya. 

 

Selain menekan angka stunting, Presiden Jokowi juga menginginkan semua kepala daerah untuk menekan angka kemiskinan ekstrim tahun 2024 menjadi nol persen. Tahun lalu, kemiskinan ekstrim nasional masih berada di angka 2 persen dan 14 provinsi berada di atas angka nasional.

 

"Target kita di 2024 kemiskinan ekstrem ini harus berada pada 0 persen. Ini memang tidak mudah. Tetapi target harus tercapai," pungkas Jokowi. (*)