KNE Mangkir Lagi, Agus Haris Akan Temui Direktur PKT Pekan Depan

share on:
Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris

UPDATEINDONESIA.COM- Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris berencana menemui Direktur PT Pupuk Kaltim, Selasa pekan depan. Upaya itu sebagai langkah terakhir lembaga DPRD dalam menengahi perkara pesangon 52 eks Karyawan PT Kaltim Equator yang tahun-tahun tidak tuntas.

 

“Saya akan kunjungan kerja ke Dirut Pupuk Kaltim Selasa pekan depan untuk menyampaikan beberapa pokok persoalan eks Karyawan PT Kaltim Equator,” ujar politikus partai Gerindra ini, Selasa (3/11/2020).

 

Agus Haris menyimpulkan untuk mengadukan persoalan pesangon 52 eks Karyawan PT Kaltim Equator ke Pimpinan PT Pupuk Kaltim sebagai langka terakhir. Mengingat rata-rata direksi PT KNE berstatus karyawan Pupuk Kaltim. Belum lagi sudah tujuh kali diundang pertemuan sejak kasus ini bergulir di DPRD, namun KNE selalu mangkir.

 

"DPRD menyayangkan sikap KNE. Barangkali setelah menyampaikan persoalan ini ada arahan dari Pupuk Kaltim ke KNE,” tegasnya.

 

Tidak hanya itu, ia juga menyesalkan petinggi KNE yang terkesan sengaja menunda-nunda penyelesaian pesangon eks Karyawan. Padahal bunyi putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) 2018 lalu memvonis PT Kaltim Equator menuntaskan pesangon eks Karyawan. Namun karena PT Kaltim Equator gulung tikar maka pesangon menjadi tanggungan para pemegang saham.

 

Bukti lain belum termasuk hasil Rapat Pemegang Saham (RUPS) juga telah menyepakati pengalokasian anggaran kurang lebih Rp5 miliar untuk pesangon karyawan. Sayangnya, putusan tersebut diingkari. Adapula surat kedua pada 2016 kepada eks karyawan menyebutkan bahwa seluruh biaya pesangon ditanggung oleh pemegang saham jika perusahaan tidak jadi diakuisisi.

 

“Mestinya pesangon sudah dibayar oleh para pemegang saham karena perusahaan tidak jadi diakuisisi. Toh itu haknya mereka (eks karyawan),” lanjut Agus Haris.

 

Karena itu tidak heran jika sejumlah eks karyawan mengancam demo besar-besaran dan membawa kasus ini ke ranah hukum. Namun langkah itu dilakukan apabila tidak ada titik temu setelah pertemuan dengan Direktur Pupuk Kaltim. Ketua Serikat Pekerja Hotel Equator, Sutara membenarkan pernyataan tersebut.

 

"Kami akan demo tiap pekan dari hotel equator sampai kantor PT KNE jika tidak ada kejelasan. Selain itu kasus ini juga mau kami ajukan ke meja hijau,” tegasnya.

 

Diberitakan sebelumnya, total pesangon yang wajib dituntaskan para pemegang saham PT Kaltim Equator berada di kisaran Rp4,7 miliar. Jumlah tersebut mengacu pada hitungan masa kerja rata-rata karyawan yang dikenai PHK antara 25-30 tahun . (*)


share on: