Kontribusi Perusahaan Terhadap Peningkatan Skill Tenaga Kerja Lokal Mulai Dipertanyakan

share on:
Anggota Komisi I DPRD Bontang - Muhammad Irfan

UPDATEINDONESIA.COM- Anggota Komisi I DPRD Bontang Muhammad Irfan menilai kontribusi perusahaan dalam melakukan sertifikasi kepada tenaga kerja lokal belum maksimal.

 

Imbasnya, alih-alih memberdayakan tenaga kerja lokal, perusahaan justru terpaksa merekrut tenaga sertifikasi dari luar daerah. “Saya dengar langsung keluhan tenaga kerja bahwa Pupuk Kaltim sendiri hampir bisa dibilang tidak pernah melakukan sertifikasi. Yang rutin hanya PT Badak,” ujar Irfan di kantor DPRD Bontang, Selasa (10/11) siang.

 

Ironisnya, setiap ada penerimaan tenaga Turn Arround (TA) ataupun proyek lainnya. Perusahaan selalu meminta tenaga kerja sertifikasi. “Disinilah kelemahan kita, untuk itu kedepannya seluruh stakeholder yang ada di kawasan industri PT Pupuk Kaltim mohon kiranya bisa mengadakan sertifikasi supaya tenaga kerja di Bontang mampu bersaing dengan pekerja yang dari luar daerah,” tungkasnya.

 

Irfan sebelumnya sudah memimpin rapat pertemuan antara perwakilan PT Pupuk Kaltim, PT KAN, PT WIKA, PT KMI, PT KPI, PT KNI dengan perwakilan Scaffolder, Rigger, dan Serikat Pekerja. “Pertemuan tersebut melahirkan 4 poin kesepakatan,” lanjut Irfan.

 

Pertama, seluruh perusahaan yang ada di Bontang memberikan perhatian khusus kepada calon tenaga kerja pemula maupun yang memiliki pengalaman namun belum sertifikasi. Menyusul dalam waktu dekat ini proyek PT KAN diharapkan mampu memprioritaskan tenaga kerja lokal.

 

Kedua, perusahaan wajib memberdayakan tenaga lokal sesuai regulasi atau Peraturan Daerah (Perda) nomor 10 Tahun 2018 tentang perubahan atas Perda nomor 1 Tahun 2009 tentang rekrutmen dan penempatan tenaga kerja. “Perda tersebut mewajibkan perusahaan mengakomodir paling sedikit 75 % tenaga kerja lokal dari total jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan,” ucap politikus PAN ini.

 

Ketiga, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang harus masif mensosialisasikan Perda nomor 1 Tahun 2009 ke semua stakeholder perusahaan yang ada di kawasan industri PT Pupuk Kaltim. Poin terakhir adalah meminta Disnaker Bontang perketat pengawasan rekrutmen tenaga kerja di proyek PT KAN.

 

“Masing-masing perwakilan perusahaan yang hadir tadi bersedia mendiskusikan poin tersebut bersama Top Manajemen. Jangan sampai kejadian yang lalu-lalu kembali terulang. Banyak tenaga kerja dari luar masuk lewat pintu belakang,” tegasnya. (*)
 


share on: