Lapas Bontang Urai Kronologi Penyelundupan 5 Kg Narkotika Dari Kaltara

share on:
Tersangka Agus Susanto (50) dihadirkan dalam pemusnahan 5,283 Kg sabu. BB tersebut merupakan hasil  pengungkapan tim gabungan  BNNP Kaltim, Kanwil DJBC Kalbagtim, dan Kanwil Kemenkumham Kaltim  di Bengalon pada  17 April 2021 lalu

UPDATEINDONESIA.COM- Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bontang mengapresiasi pengungkapan kasus 5,283 kilogram narkotika yang dikendalikan oleh narapidana, Agus Susanto (50) alias Kumis, baru-baru ini.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Bontang, Saiful Buchari mengatakan, penyelundupan barang haram ini terungkap setelah BNNP mendapat kabar adanya pengiriman sabu dari Tanjung Selor Kalimantan Utara (Kaltara) menuju Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) pada 17 April 2021 lalu.

Dalam pengungkapan itu, sempat terjadi kejar-kejaran di jalan poros poros Sangatta - Bengalon, Kabupaten Kutai Timur. Pengemudi mobil Xenia warna putih dengan Nopol KT 1572 WI berinisial AR yang dicurigai membawa narkoba tiba-tiba oleng dan terperosok ke jurang.

Setelah dicek, ternyata sang sopir sudah hilang, diduga melarikan diri ke dalam hutan. “Petugas menemukan handphone (Hp) dan identitas sopir yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan barang bukti 5 paket sabu seberat 5,28 kilogram di dalam mobil,” tutur Saiful, Senin Rabu (19/5/2021) sore.

Dari hasil pengembangan BNNP Kaltim, kepemilikan narkotika tersebut mengarah kepada Agus Susanto yang saat ini mendekam di Lapas Bontang. Fakta itu terungkap dari hasil pelacakan alat komunikasi ponsel milik AR yang tertinggal di dalam mobil.

“Setelah mendapatkan informasi dari BNNP Kaltim, saya dan tim langsung masuk ke dalam sel tahanan untuk mengamankan yang bersangkutan dan melakukan razia. Akhirnya ditemukanlah hanpohone yang dipakai Agus Susanto,” sambungnya.

Kepada penyidik, narapidana kiriman dari Lapas Narkotika Bayur Samarinda pada September 2017 silam itu mengaku mengenal AR dan telah menyuruhnya mengambil paket sabu yang dipesan melalui salah satu narapidana di Lapas Kalimantan Utara.

“Hp yang digunakan oleh Agus Susanto menjalankan bisnis haramnya dari dalam Lapas diperoleh dari salah seorang napi narkotika yang sudah bebas. Kebutuhan sebelumnya mereka berada dalam satu sel,” tegasnya.

Saiful menegaskan pihak tidak akan menghalangi-halangi BBN maupun kepolisian dalam mengungkap jaringan narkotika yang melibatkan narapidana. Malahan merasa terbantu, mengingat Lapas Bontang rutin melakukan razia handphone maupun narkotika dan benda berbahaya lainnya di dalam sel tahanan.

“Rata-rata dua kali sebulan kami razia, bahkan bisa lebih bila ada insidental seperti kasus yang diungkap BNN Kaltim ini,” tungkasnya.

Begitupun selama proses penyelidikan terhadap kasus narkoba yang melibatkan Agus Susanto alias Kumis. Lapas Bontang selalu terbuka dan kooperatif. Terhitung dari 20 April hingga 17 Mei 2021, warga Jalan Cendana Gang 11 Samarinda ini sudah tiga kali dijemput oleh BNN Kaltim.

Agus Susanto belakangan diketahui mulai terjerumus ke jurang narkotika pasca bebas dari Lapas Bayur Samarinda. Ia saat ini sedang menjalani tuntutan 13 tahun penjara, terhitung dari 13 September 2013. Namun, sebelum masa hukumannya berakhir, warga Samarinda ini kembali terlibat kasus serupa. (*)