Laut Tercemar, Petani Rumput Laut Gagal Panen, Ketua DPRD Buka Suara

share on:
Ketua DPRD Bontang - Adi Faizal Sofyan Hasdam (Andi Faiz)

UPDATEINDONESIA.COM-  Aktivitas penggalian alur sungai yang dilakukan PT Energi Unggul Persada (EUP) di Kelurahan Bontang Lestari dikeluhkan. Galian tersebut diduga mengakibatkan budidaya rumput laut nelayan tercemar dan gagal panen. Kasus ini masuk radar DPRD.

 

"Jika aktivitas tidak sesuai atau ada regulasi yang dilanggar tentu perusahaan harus memberikan kompensasi kepada masyarakat," kata Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam.

 

Namun demikian politisi Golkar yang akrab dipanggil Andi Faiz menegaskan tupoksi DPRD sebatas fasilitator dalam menengahi perjuangan masyarakat yang merasa dirugikan. "Lembaga DPRD bukan eksekutor, itu yang harus dipahami,” tegasnya.

 

Sebelumnya Komisi III DPRD Bontang telah menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pimpinan PT EUP, Ketua RT 17 Kelurahan Bontang Lestari,  dan Persatuan Nelayan Tihi-Tihi dalam menyikapi persoalan tersebut.

 

Sayangnya pertemuan yang seharusnya dilaksanakan pada 10 November 2020 diundur lantaran pihak perusahaan berhalangan hadir. Alasannya sedang ada maintenance sehingga terpaksa dijadwal ulang. “Namun untuk saat ini DPRD masih mengkaji bukti-bukti laporan dari para kelompok nelayan,” ujar Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina.

 

Selain itu DPRD juga berencana turun meninjau lokasi yang diduga menjadi titik masalah di Pelabuhan Pabrik CPO dalam waktu dekat ini. Sebab, menurut informasi yang diterima lembaga DPRD kerugian para petani rumput laut di kawasan itu ditaksir mencapai ratusan juta.

 

“Konon rata-rata penghasilan nelayan mencapai Rp8 juta per orang. Sehingga kalau dihitung-hitung (kerugiannya) sampai ratusan juta,” pungkas Amir Tosina. (*)


share on: