LPK Diamort Bekali Skill Emak-Emak Merangkai Hantaran Pengantin

share on:
Para peserta pelatihan merangkai hantaran pengantin sedang memperlihatkan hasil kreativitas mereka.

UPDATEINDONESIA.COM - Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Diamort berkolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang menggelar pelatihan kejuruan merangkai hantaran pengantin bagi ibu-ibu. Pelatihan ini berlangsung selama 20 hari, terhitung dari 16 Oktober hingga 4 November 2023.

Pimpinan LKP Diamort, Luhur Budi Rahayuningsih, menyatakan sebanyak 30 peserta dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk ibu-ibu dan remaja, yang berdomisili di Bontang, ikut serta dalam kegiatan ini. "Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang dari berbagai kalangan, baik ibu-ibu maupun remaja di Bontang," tambahnya.

Para peserta mendapat bimbingan dari dua instruktur yang berkompeten, yaitu Lutfiana Solicha dan Fatih Sukarsih. Merangkai hantaran pengantin adalah tradisi dalam pernikahan yang umum dilakukan di Indonesia dan beberapa negara lain di Asia Tenggara.

Hantaran nikah merupakan kumpulan hadiah atau barang yang diberikan oleh pihak pengantin laki-laki kepada pihak pengantin perempuan sebagai simbol cinta dan kasih sayang. Hantaran tersebut bisa berupa berbagai jenis barang, seperti baju, perhiasan, tas, sepatu, makanan, minuman, hingga uang atau cincin.

Hantaran nikah memiliki makna yang mendalam sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan dari pihak pengantin laki-laki kepada pihak pengantin perempuan dan keluarganya. Selain itu, hantaran nikah juga dapat mempererat hubungan antara kedua keluarga yang akan menjadi satu keluarga besar setelah pernikahan.

"Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu meracik barang biasa menjadi luar biasa, semisal mengubah handuk menjadi bentuk gajah atau mukenah menjadi kubah Masjid," lanjutnya.

Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan ibu-ibu di bidang kerajinan serta berpotensi membuka peluang usaha secara mandiri. Dengan begitu, harapan untuk meningkatkan kualitas kualitas SDM yang berdaya saing global menuju Bontang hebat dan beradab bisa tercapai.

Sebelumnya, Kepala Disnaker Bontang, Abdu Safa Muha, berharap bahwa pelatihan ini akan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Bontang secara signifikan. Ini akan memberikan kesempatan bagi peserta untuk bekerja atau setidaknya memiliki bekal wirausaha.

Selain peserta, lembaga penyelenggara seperti LKP juga harus meningkatkan kapasitasnya agar mendapatkan akreditasi yang diakui oleh pemerintah dan peserta. Hal ini penting untuk memastikan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.

"Dengan kolaborasi antara LKP Diamort dan Disnaker Bontang, pelatihan ini diharapkan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Bontang dan membantu peserta meraih keterampilan baru dalam merangkai hantaran pengantin," tandasnya.