LSI Denny JA Mangkir, Langkah Apa Yang Akan Ditempuh Bawaslu Bontang?

share on:
Ketua Bawaslu Bontang - Nasrullah

UPDATEINDONESIA.COM- Sejumlah pihak menyayangkan sikap LSI Denny JA yang mangkir dari panggilan Bawaslu Bontang. Padahal Menurut Ketua Bawaslu Bontang, Nasrullah, undangan sudah disampaikan secara lisan saat rilis hasil survei dihentikan.
 

Kemudian Bawaslu menindaklanjuti pemanggilan secara tertulis esok harinya. Namun LSI Denny JA berhalangan hadir, alasannya diluar kota. “Jadwal pertemuan jam 10.00 Wita, Senin (2/11/2020) di Kantor Bawaslu Bontang. Tapi kabarnya mereka sudah di Samarinda,” tutur Nasrullah.

 

Meski demikian, kata Nasrullah, Bawaslu tidak ingin buru-buru menyimpulkan dugaan pelanggaran LSI Denny JA. Walaupun kenyataanya lembaga survei milik Denny Januar Ali itu tidak terdaftar di KPU Bontang.
 

“Tidak bisa langsung disimpulkan karena kita menganut asas praduga tak bersalah. Jadi kami punya batas waktu 7 hari sejak kejadian untuk mengkaji,” ucap Nasrullah.
 

Namun apabila pihak LSI Denny JA masih mangkir dari panggilan berikutnya. Tidak menutup kemungkinan persoalan ini akan direkomendasikan ke KPU Bontang jika indikator dugaan pelanggarannya kode etik. “Tetapi kalau arahnya pidana maka akan dirapatkan dengan Tim Gakkumdu,” tegas Nasrullah.
 

Selain LSI Denny JA, Bawaslu Bontang mengklaim telah menerima sejumlah laporan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran Pilkada Bontang. Diantaranya dugaan pelanggaran pidana pemilihan, dugaan netralitas ASN, kemudian informasi tentang dugaan netralitas ASN yang disampaikan oleh lembaga organisasi.
 

“Ketiga laporan tersebut masuk ke Bawaslu dalam rentan waktu tiga hari terakhir ini,” pungkas Nasrullah.
 

Disinggung mengenai media yang mempublikasikan hasil survei LSI Denny JA. Nasrullah menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat. “Biar masyarakat yang menilai kredibilitas lembaga survei yang tidak mendapatkan legalitas dari KPU,” tandasnya. (*)


share on: