Mengais Rezeki Di Pekan Raya Bontang

share on:
Siatuasi Pekan Raya Bontang 2019

UPDATE.BONTANG- Pameran Pekan Raya Bontang (PRB) yang digelar eSKa Media Production mulai 26-31 Agustus 2019 di area Gedung Koperasi Karyawan (Kopkar) PT Pupuk Kaltim (PKT)  mendapat sambutan hangat dari masyarakat, tak terkecuali Pedagang Kaki Lima (PKL).

Panitia Pekan Raya Bontang Hassan E Pura kepada updateindonesia.com menyebutkan,  partisifasi PKL pada PRB kali ini meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya, terutama dari penjual jajanan anak-anak dan kuliner.

"Hampir mencapai 150 lebih yang terdata, itu khusus yang diluar gedung. Rinciannya terdiri dari sekitar 80 lapak tanpa tenda, sekitar 20 PKL tidak menetap, sekitar 21 penyewa tenda kerucut, sekitar 24 penyewa tenda datar," kata Hassan saat dikonfirmasi, Kamis (29/8) malam. 

Hassan menyebutkan, PKL maupun UKM ini tidak hanya dari Bontang. Melainkan dari berbagai kabupaten/kota di Kaltim seperti Sangatta, Samarinda, Balikpapan, dan Banjarmasin (Kalsel). 

"Besaran tarif tiap lapak juga bervariasi, tergantung jenis dagangan dan luas lapak. Misalnya, biaya sewa lapak tanpa tenda di kisaran 300-400 ribu," lanjutnya.

Sedangkan untuk biaya sewa lapak yang dilengkapi tenda tarifnya ada dua varian, yakni 2-3,5 juta untuk tenda kerucut dan 1-1,6 juta untuk tenda datar. Begitupun setoran bagi PKL yang tidak menetap, kisarannya 20-50 ribu tiap malam.

"Sebagai penyelenggara, kami berterima kasih kepada PT Pupuk Kaltim karena telah menyediakan tempat untuk mewadahi para PKL,  terutama PKl dari Bontang," ujarnya.

Andi Hamza (32), salah seorang pedagang aksesoris Handphone dan Elektronik yang rutin ikut jualan setiap ada expo mengaku tidak mempersoalkan biaya sewa tempat. Pasalnya keuntungan dari penjualan selama even bisa mencapai puluhan juta.

Di PRB 2019 ini misalnya, tiap malam Andi Hamza bisa mengumpulkan penjualan 2-3 juta dari seluruh lapaknya. Sebab, selain aksesoris Handphone dan Elektronik. Ia juga merambah kuliner Es Krim, Milk Sack,  Jeruk Peras dan Sosis Bakar.

"Sekarang ini penjualan turun, tidak seperti expo sebelumnya yang bisa tembus di angka 20 juta sekali even. Itu diluar biaya operasional, gaji karyawan, dan sewa lapak," ujarnya.

Hal serupa diutarakan oleh Riza, owner Mie Mewek yang startnya berada di samping kiri panggung hiburan PRK itu mengaku jika daya beli menurun. 

Jika target sebelumnya bisa tembus di angka 20-25 juta sekali even. Sekarang paling 15 juta, itu pun belum tentu tercapai karena daya beli yang menurun.

"Kedepan, panitia harusnya lebih berinovasi biar pengunjung lebih ramai, sehingga daya beli juga ikut meningkat," pesan Riza. 

Patut di ingat bahwa ini tahun ketiga PRB terlaksana sejak 2017. Even rangkaian HUT RI itu tak sekedar menyajikan pameran. Melainkan pengunjung juga bakalan dihibur aksi-aksi panggung, mulai dari dari Parade Band, Fashion Show, Dance, hingga games-games unik dan menarik. (Sena) 


share on: