Mimpi Gus Yaqut Usai Dilantik Jadi Menteri Agama

share on:
Menteri Agama RI - Yaqut Cholil Qoumas

Jakarta- Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengutarakan keinginannya untuk menjadikan agama sebagai inspirasi bukan aspirasi.

“Agama sebisa mungkin tidak lagi digunakan menjadi alat politik, baik untuk menentang pemerintah maupun merebut kekuasaan atau mungkin untuk tujuan yang lain," 

"Agama biar menjadi inspirasi dan biarkan agama itu membawa nilai-nilai kebaikan dan kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya usai diperkenalkan sebagai Menteri Agama oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Tidak hanya itu, Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor ini juga mengutarakan niatnya untuk berupaya meningkatkan ukhuwah islamiah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah.

“Kenapa ukhuwah islamiah?" lanjut dia. Karena mayoritas warga negara Indonesia adalah pemeluk agama Islam. "Maka negara ini akan damai, negara ini akan tentram jika sesama muslim, sama umat Islam ini memiliki ukhuwah atau persatuan di antara mereka,” tutur politisi yang akrab disapa Gus Yaqut ini.

Kemudian Ukhuwah Wathaniyah atau persaudaraan sesama warga bangsa juga penting. Karena kemerdekaan bangsa Indonesia diperoleh atas perjuangan semua agama. Oleh karena itu, semua berhak memiliki negara Indonesia.

"Baik Umat Muslim, kaum Kristiani, Hindu, Buddha, Konghucu, semua terlibat saat pergolakan kemerdekaan sehingga Ukhuwah Wathaniyah penting kita bangkitkan kembali, agar tidak ada lagi kelompok tertentu yang mengklaim merasa paling memiliki negara ini,” tegasnya.

Kemudian Ukhuwah Basyariyah atau persaudaraan/persatuan sesama umat manusia. Ia lantas mengutip kalimat Ali bin Abi Thalib yang maknanya "Mereka yang tidak saudara dalam iman adalah saudaramu dalam kemanusiaan,".

“Ini saya kira penting untuk menjadi kesadaran bagi seluruh warga bangsa ini. Jika ini dilakukan maka saya meyakini ke depan Indonesia ini akan jauh lebih tentram,” ujarnya.

Untuk merealisasikan ketiga konsep itu, ia menyadari bukan perkara mudah. Namun menurutnya, yang terpenting adalah memajukan pendidikan agama di Indonesia.

“Pendidikan agama apapun, termasuk di dalamnya pondok pesantren. Bagaimana pondok pesantren bisa didorong mandiri dan pada akhirnya akan melahirkan kader-kader terbaik yang bisa memberikan sumbangsih terbaiknya untuk bangsa dan negara,” tandasnya.

 

1. Biodata Yaqut Cholil Qoumas

Gus Yaqut lahir di Rembang, 4 Januari 1975. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, yang merupakan salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama (NU). Ia juga merupakan anggota DPR fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Gus Yaqut adalah putra dari salah satu pendiri PKB, KH Muhammad Cholil Bisri. Sejak mengenyam pendidikan S1 Sosiologi di Universitas Indonesia, Gus Yaqut sudah aktif berorganisasi. Ia bahkan mendirikan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Depok pada tahun 1996-1999.

Gus Yaqut mengawali karier berpolitiknya di PKB Rembang. Ia dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Rembang (2001-2014). Lalu, pada 2005, ia terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Rembang. Selanjutnya, terpilih menjadi Wakil Bupati Rembang (2005-2010).

Pada tahun 2012-2017, Gus Yaqut menjabat sebagai Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah. Karena keaktifan dan kepiawaiannya memimpin organisasi, Gus Yaqut diberikan mandat untuk memimpin GP Ansor dan menjabat sebagai Ketua Umum di periode 2015-2020.

Di tahun 2014-2019 Gus Yaqut dilantik menjadi Anggota DPR RI periode 2014-2019 menggantikan Hanif Dhakiri yang ditunjuk menduduki Menteri Tenaga Kerja pada periode Kabinet Kerja Jokowi. Di Pileg 2019, Gus Yaqut kembali melenggang ke Senayan dan menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR RI.

Hingga pada Selasa (22/12/2020) sore, Presiden Joko Widodo memperkenalkan Gus Yaqut sebagai Menteri Agama, menggantikan posisi Fachrul Razi. (*)


share on: