Minim Lapangan Kerja, Program Magang Diserbu Ratusan Peserta

share on:
Pembukaan Pelatihan Bantuan Program dan Penandatanganan MOU antara Pemkot Bontang, BLK Samarinda dengan beberapa perusahaan tentang peningkatan dan pengembangan SDM melalui pelatihan dan pemagangan, di Pendopo Rumah Jabatan Walikota, Senin (9/9) pagi

UPDATE.BONTANG- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bontang dan BLK Samarinda bekerja sama dengan beberapa perusahaan kembali menggelar pelatihan pemagangan sebagai upaya peningkatan SDM serta untuk menekan pengangguran di Kota Taman.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bontang Ahmad Aznem mengungkapkan, sedikitnya terdapat 272 peserta mengikuti program pelatihan pemagangan yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bontang bekerjasama dengan BLK Samarinda dan beberapa perusahaan. Jumlah tersebut tersebar dari 17 LPK yang ada di Bontang. 

"Jumlah peserta di tiap LPK terdiri dari 16 orang, sehingga total keseluruhan mencapai 272 orang," ucap Ahmad Aznem usai Pembukaan Pelatihan Bantuan Program dan Penandatanganan MOU antara Pemkot Bontang, BLK Samarinda dengan beberapa perusahaan tentang peningkatan dan pengembangan SDM melalui pelatihan dan pemagangan, di Pendopo Rumah Jabatan Walikota, Senin (9/9) pagi.

Nantinya, para peserta akan ditempatkan di lima perusahaan selama kurang lebih enam bulan kedepan, meliputi PT Pupuk Kaltim, Badak NGL, PT Kaltim Methanol Industri (KMI) , PT Indominco Mandiri, dan Kaltim Parna Industri (KPI).

Kedepan, Ahmad Aznem menargetkan tidak hanya kontribusi dari lima perusahaan, melainkan menginginkan semua perusahaan yang ada di Bontang bisa berpartisipasi ke dalam program tersebut sebab menyangkut peningkatan kualitas SDM.

Begitupun sebaliknya, Ahmad Aznem juga menginginkan supaya peserta betul-betul memanfaatkan peluang yang telah diberikan supaya nantinya di samping bisa bekerja di perusahaan juga bisa membuka usaha sendiri. 

"Terus terang perbandingan pencari kerja di Bontang ketika ada penerimaan ternyata masih tinggi. Contoh ketika PT Graha Power Kaltim (GPK) membuka lowongan. Yang dibutuhkan hanya sebanyak 61 orang tetapi yang melamar mencapai 626 orang. Artinya tiap jurusan diperebutkan 10 pencari kerja,  sehingga keahlian atau skil harus dipersiapkan dari sekarang," imbuhnya. 

Senada, Kepala BLK Samarinda, Andri Susila menilai Bontang menjadi prioritas bantuan program pemagangan tahun ini karena dari 30 total paket yang ada di BLK Samarinda, 17 diaranya di arahkan ke Bontang.

Sedangkan sisanya disebar ke sejumlah daerah di tiga Provinsi dibawah naungan BLK Samarinda, Seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Tengah.

"Paket yang diarahkan ke Bontang tahun ini jumlahnya cukup signifikan yaitu 17 dari 30 paket yang ada sehingga daerah lain hanya mempunyai kesempatan untuk sisanya," ujar Andri Susila. 

Andri menegaskan para peserta yang telah menyelesaikan program ini nantinya akan mendapatkan dua sertifikat, yaitu pelatihan dan kompetensi. 

"Goal dari program ini adalah diutamakan kepada orang-orang yang siap bekerja, baik bersaing di perusahaan maupun dalam berwiraswasta karena keterampilan mereka sudah dilatih dan dinyatakan kompeten di bidangnya masing-masing," tutur Andri. 

Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni yang hadir membuka kegiatan ini secara resmi menilai program  pelatihan ini sangat sejalan dengan Visi Kota Bontang yaitu Menguatkan Bontang sebagai Kota Maritim, berkebudayaan industri yang bertumpu pada kualitas SDM dan lingkungan hidup untuk kesejahteraan masyarakat.

“Program pelatihan seperti ini sangat diperlukan untuk membekali calon tenaga kerja memasuki dunia kerja. Selain itu meningkatkan kemampuan masyarakat yang membutuhkan berbagai keterampilan menghadapi industri 4.0. Ini juga menjadi salah satu strategi yang diharapkan dapat mengantisipasi sekaligus mengurangi angka pengangguran,” terang Neni. (Sena) 


share on: