Momen Idulfitri, Lima Orang Tahanan Lapas Bontang Bebas

share on:
Napi di Lapas Bontang, Kalteng terima remisi Idulfitri 1443 Hijriah

UPDATEINDONESIA.COM- Lima narapidana (napi) bebas dari penjara Lapas Bontang saat momen Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah pada 2 Mei 2022. Mereka langsung menghirup udara segar setelah mendapat remisi Idul Fitri.


“Total yang bebas ada lima orang. Empat orang bebas setelah mendapat khusu lebaran (RK II). Satu orang bebas murni karena telah menjalani pidana pokok dan subsidernya,” kata Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Kelas IIA Bontang, Riza Mardani, Kami (5/5/2022).


Identitas napi yang bebas antara lain JY, kasus perampokan dengan vonis 5 tahun buih. MR kasus penganiayaan dengan vonis lima bulan penjara. SJ kasus perlindungan anak dengan vonis tujuh bulan penjara. RA kasus pencurian dengan vonis 1,6 tahun penjara. AS kasus pencurian dengan vonis 1,4 tahun penjara. 


Sebelumnya, Lapas Bontang mengusulkan sebanyak 721 warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk mendapatkan remisi Idulfitri. Dengan rincian, 460 napi kasus narkotika, 111 napi kasus perlindungan anak, 48 napi kasus pencurian, 29 napi kasus pembunuhan, 22 napi kasus penggelapan, dan 51 napi terbagi dalam berbagai kasus.


Sesuai Kriteria remisi RK-1 mulai dari pemotongan masa tahanan 15 hari hingga maksimal 2 bulan. Untuk remisi 15 hari diusulkan sebanyak 92 napi. Kemudian 475 napi diusulkan dapat remisi satu bulan, 126 napi diusulkan dapat remisi satu bulan 15 hari, dan remisi 2 bulan ada 28 napi.


Riza menjelaskan, indikator remisi yang diberikan dihitung berdasarkan kelipatan masa tahanan. Tahun pertama dapat remisi 15 hari, tahun kedua naik satu bulan, tahun keempat naik lagi menjadi satu bulan 15 hari, dan tahun berikutnya dapat remisi dua bulan.


Pun syarat mendapatkan remisi wajib memenuhi sejumlah kriteria. Pertama, minimal telah menjalani hukuman selama enam bulan. Kedua, harus memiliki catatan kelakuan baik.


“Napi yang terdaftar dalam Register-F atau raport merah otomatis hak untuk mendapatkan remisi maupun pengajuan bebas bersyarat dicabut,” lanjutnya.


Persyaratan berikutnya adalah rutin ikut program pembinaan kepribadian, kemandirian, dan kesehatan mental. Khusus napi tipikor wajib melunasi uang pengganti kerugian negara atau subsider. 


"Jadi semu napi yang diajukan untuk mendapatkan remisi telah memenuhi syarat,” pungkasnya. (*)