PBB Puji RI Akui 12 Pelanggaran HAM Masa Lampau

share on:
Juru Bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Liz Throssel

UPDATEINDONESIA.COM- Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui sejumlah pelanggaran HAM berat masa lalu yang pernah terjadi di Indonesia mendapat respon positif dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).


“Kami menyambut baik Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas pengakuan 12 peristiwa pelanggaran HAM berat di Indonesia," tulis Juru Bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Liz Throssel melalui akun Twitter@UNGeneva, Sabtu (14/1/2023).


PBB menilai sikap Presiden Jokowi tersebut merupakan langkah menggembirakan menuju keadilan bagi para korban dan kehidupan mereka yang baru. PBB berharap proses keadilan transisi yang komprehensif dapat membantu memutus siklus impunitas selama puluhan tahun untuk memajukan pemulihan nasional serta memperkuat demokrasi Indonesia.


"Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan momentum ini dengan langkah-langkah nyata untuk memajukan proses keadilan transisional yang bermakna, inklusif dan partisipatif, menjamin keadilan kebenaran, reparasi, dan tidak terulangnya korban dan komunitas yang terkena dampak, termasuk korban kekerasan seksual terkait konflik," ujar Throssel. 


Sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan pengakuan negara atas 12 peristiwa pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat yang pernah terjadi di Tanah Air. Meliputi Peristiwa 1965-1966, Penembakan Misterius 1982-1985.


Berikutnya, Peristiwa Talangsari Lampung 1989, Peristiwa Rumoh Geudong dan Pos Sattis di Aceh 1998, Peristiwa Penghilangan Orang Secara Paksa 1997-1998, Peristiwa Kerusuhan Mei 1998, Peristiwa Trisakti Semanggi 1 & 2 tahun 1998-1999.


Kemudian Peristiwa Pembunuhan Dukun Santet 1998-1999, Peristiwa Simpang KAA di Aceh 1999, Peristiwa Wasior di Papua 2001-2002, Peristiwa Wamena Papua 2003, Peristiwa Jambo Keupok Aceh 2003.


"Dengan pikiran yang jernih dan hati yang tulus, saya sebagai Kepala Negara Republik Indonesia mengakui bahwa pelanggaran hak asasi manusia yang berat memang terjadi di berbagai peristiwa dan saya sangat menyesalkan terjadinya peristiwa pelanggaran HAM yang berat," kata Jokowi dalam konferensi pers yang dilihat dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (11/1/2023).