PDAM Bontang Bukukan Laba Perdana Rp200 Juta

share on:
PDAM Tirta Taman Bontang

UPDATEINDONESIA.COM- Perumda PDAM Tirta Taman berhasil membukukan laba perdana sebesar Rp200 juta pada 2019. Hal itu diungkapkan Direktur PDAM Tirta Taman Bontang Suramin saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi II DPRD Bontang beberapa waktu lalu.

 

Suramin menjelaskan, hingga Oktober 2020 PDAM Tirta Taman berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp43 miliar. Akumulasi pengeluaran per September 2020 Rp36,6 miliar. Dengan rincian, biaya listrik Rp9,8 miliar, gaji pegawai Rp8,2 miliar, biaya pemeliharaan Rp8 miliar, beban operasional Rp1,3 miliar, bahan kimia Rp4,7 miliar.

 

“Pada 2019 kami surplus Rp200 juta. Walau masih untung semu tapi sebenarnya ini progres baik,” ujarnya.

 

Mengenai tuntutan pendapatan asli daerah (PAD), tentu belum bisa terealisasi dalam waktu dekat. Mengingat salah satu komponen untuk meningkatkan pemasukan adalah menaikkan tarif yang harus melalui mekanisme yang panjang. Termasuk minta persetujuan dewan pengawas.

 

"Saat ini tarif yang dikenakan kepada pelanggan masih di bawah standar. Sedangkan harga produksi sebesar Rp5.595 per kubik. Sementara harga jual Rp4.911. Minus Rp684," lanjut Suramin.

 

Komponen produksi terbesar adalah listrik. Lalu bahan kimia. Dan perlengkapan lain, seperti alat tulis. Sementara, terkait keuntungan Rp200 juta tahun lalu bukan dari hasil dari penjualan air. melainkan bersumber dari pemasangan sambungan, juga efisiensi.

 

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam memberi apresiasi atas capaian PDAM Tirta Taman. Mengingat sejak didirikan baru kali ini membukukan profit. Bahkan pada 2016 lalu, sempat memiliki hutang sebesar Rp13 miliar. Tidak heran jika PDAM belum bisa memberi PAD ke daerah.

 

Namun demikian, Rustam berharap capaian tahun memacu PDAM berbenah tanpa melepaskan tanggung jawabnya sebagai perusahaan air pelayanan masyarakat. Terutama dalam hal manajemen, baku mutu air, serta bisa menekan biaya produksi

 

“Kedepannya dengan jumlah sambungan 29.100 kita berharap PDAM sudah bisa berbenah. Kita lihat pendapatan PDAM yang kurang lebih Rp3 miliar tiap bulan ternyata habis hanya untuk menutupi biaya operasional,” pungkasnya. (*)
 


share on: