Pedagang Yang Intimidasi Wartawan Di Samarinda Minta Maaf

share on:
Asrul Annas (35), minta maaf usia terekam video mengintimidasi wartawan, viral di media sosial.

UPDATEINDONESIA.COM- Pedagang musiman di Samarinda, Kalimantan Timur, yang viral di media sosial karena mengintimidasi wartawan, akhirnya minta maaf. Pelaku Asrul Annas (35) mengaku khilaf dan menyesali perbuatannya.

“Kepada aparat kepolisian ataupun Satpol PP dan juga rekan-rekan wartawan, saya minta maaf dan tidak akan mengulangi hal seperti itu lagi,” ucap Asrul.

Aksi Asrul sebelumnya menghebohkan publik jagat maya setelah terekam video sedang memaki-maki jurnalis yang meliput situasi kemacetan arus lalu lintas di jalan RE Martadinata, Kecamatan Samarinda Ulu, Minggu 16 Mei 2021.

Konon, pria berusia 35 tahun ini tak terima lapak jualannya di trotoar masuk dalam objek foto jurnalistik. Melansir dari selasar.com, wartawan yang diintimidasi pedagang tersebut adalah Rama Sihotang (26), fotografer Kaltim Post.

“Saat itu saya sedang berburu foto. Berdirilah saya di situ (Jalan RE Martadinata) dan memotret berbagai sudut. Tiba-tiba ada orang di seberang jalan teriak sambil pegang sebatang kayu ‘ngapain foto-foto, menjelek-jelekkan kami ya?’,” ujar Rama menirukan ucapan pria tersebut.

Mendengar perkataan itu, Ia lantas mendekati pria tersebut untuk mengklarifikasi. Melihat pria tersebut memegang kayu, Rama memutuskan untuk merekam tindakan tak terpuji pria tersebut kepada dirinya. Itu agar ia memiliki bukti jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Adu argumen pun tak terhindarkan. Pedagang tersebut bahkan mencatut izin jualan dari kepolisian lalu lintas. Hingga mengusir Rama dengan kalimat bernada ancaman. "Pergi dari sini, kupecahkan kepalamu itu" ucap pria tersebut sambil mendekati Rama, sebagaimana yang terekam video yang beredar.

“Nggak sampai memukul, hanya diintimidasi,” kata Rama.

Setelah video tersebut beredar, keduanya menyambangi Mako Polsek Samarinda Ulu untuk menyelesaikan selisih paham tersebut pada Senin (17/5/2021). Hingga keduanya sepakat menandatangani perjanjian damai di atas materai Rp10.000. Disaksikan Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Arifin Zainal, Kanit Reskrim Iptu Fahrudi, dan Pembina PKL kota Samarinda, H Hamka Betta atau H Pamme. (*)