Pengedar Asal Berbas Pantai Di Grebek, Polisi Temukan 27 Paket Sabu Siap Edar

share on:
Potret SS (22 tahun) (kiri/rambut pirang/posisi berdiri) beserta barang bukti (BB) usai ditangkap anggota Resnarkoba yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polres Bontang Akp I Gusti Ngurah Suarka (kanan/posisi duduk).

UPDATE.BONTANG,- Usianya baru 22 tahun, namun nayli Sandi Saputra alias SS untuk terjun ke dalam bisnis jual beli narkotika terbilang nekat. 

 

Bahkan dalam setahun terakhir, SS tercatat telah tujuh kali memesan paket narkoba dalam jumlah yang tidak sedikit. Barang haram itu ia akui diperoleh dari seseorang yang tidak diketahui namanya.

 

Lambat laun bisnis gelap pemuda asal Berbas Pantai Bontang Selatan itu terendus. Upayanya terhenti Kamis (19/9), pukul 09.00 pagi.

 

Kediaman pria kelahiran 1997 itu digeruduk sejumlah personel dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bontang, yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polres Bontang Akp I Gusti Ngurah Suarka.

 

Pria berambut pirang itu pun tak berkutik. upaya polisi untuk membongkar kecurigaan warga berbuah hasil. Sebanyak 14,37 gram sabu-sabu siap edar ditemukan disalah satu ruangan.

 

Barang haram tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus plastik. "Setelah dibuka, ternyata isinya sudah dipilah menjadi 27 paket untuk dijual," kata Kasubbag Humas Polres Bontang. 

 

Rinciannya, terdiri dari enam pocket sabu masing-masing berisi 0,32 gram. Tiap pocket dari paket ini dibanderol Rp 150 ribu.

 

Kemudian empat pocket masing-masing berisi 0,40 gram yang akan dijual senilai Rp300 ribu per pocket.

 

Berikutnya, 15 pocket masing-masing berisi 0,66 gram dengan nilai jual Rp700 ribu tiap pocket.

 

"Lalu ada dua pocket masing-masing berisi 0,47 gram rencananya akan dikonsumsi oleh tersangka," lanjut dia. 

 

Dalam operasi ini polisi juga menyita uang tunai 4 juta rupiah yang diduga hasil jual beli narkotika. Barang bukti lain yang diakui milik tersangka juga turut diamankan, seperti alat hisap sabu (bong), timbangan digital serta handphone.

 

Pengakuan SS kepada polisi, paket tersebut diperoleh dari seseorang yang tidak ia kenal. Pasalnya, SS mengaku tidak pernah bertatap muka ataupun bertemu langsung saat transaksi. 

 

Ia hanya bernegosiasi melalui komunikasi via telepon. Setelah harga deal, SS diminta datang mengambil pesanannya di tempat yang telah ditentukan oleh si penjual.

 

"Seperti halnya 27 paket narkoba yang telah diamankan, SS mengambilnya di bawah Plang nama jalan di salah satu Gang samping Toko Mart arah ke Bontang Kuala. Paket tersebut dilunasi setelah semuanya laku terjual," ucapnya.

 

Dalam kasus SS ini, kata Suyono, tersangka mengaku sudah dua tahun mengkonsumsi narkoba. Sedangkan jual beli sabu baru ia lakoni sejak setahun terakhir.

 

SS beralasan, keuntungan yang diperoleh dari bisnis jual beli narkoba di gunakan untuk biaya berobat orang tuanya yang sedang sakit. Selebihnya untuk kebutuhan sehari-hari. 

 

"Akibat ulahnya, SS terpaksa mendekam di balik jeruji besi. Ia terancam Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," pungkas Suyono. (Sena)


share on: