Perkara Suap Uang Ketok Palu Seret 28 Eks Anggota DPRD Jambi

share on:
KPK umumkan 28 tersangka baru dalam perkara suap uang ketok palu yang melibatkan eks Gubernur Jambi Zumi Zola

UPDATEINDONESIA.COM- Penanganan perkara suap "ketok palu" yang menjerat eks Gubernur Jambi Zumi Zola masih bergulir. Setelah menetapkan 24 orang terpidana tahun lalu, kini KPK kembali mengumumkan 28 tersangka baru.


Wakil Ketua KPK Johanis Tanak mengatakan dari 28 eks Anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019 yang ditetapkan sebagai tersangka, baru 10 orang yang ditahan. Sementara 18 orang belum karena mangkir dari panggilan KPK.


"Penahanan selama 20 hari kedepan. Terhitung dari 10 sampai 29 Januari 2023 guna memperlancar proses penyidikan," ujar Johanis saat jumpa pers, Selasa (10/1/2023). 


Johanis menyebut 28 eks anggota dewan tersebut terbukti melakukan permufakatan jahat dengan eksekutif dalam melakukan pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018 yang diduga melibatkan proyek infrastruktur senilai miliaran rupiah.


"Untuk memuluskan itu, tersangka Syopian (SP) bersama 27 anggota dewan lainnya diduga meminta uang 'ketok palu' kepada Zumi Zola yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jambi," ucap Johanis.


Atas permintaan tersebut, Zumi Zola meminta orang kepercayaannya Paut Syakarin (pengusaha) menyiapkan dana sekitar Rp2,3 miliar. Paut Syakarin lalu menyalurkan sebesar Rp1,9 miliar kepada perwakilan SP, yakni Effendi Hatta dan Zaenal Abidin. 


Selanjutnya pembagian porsi uang 'ketok palu' dari Paut Syakarin disesuaikan dengan posisi para tersangka di DPRD. Besarannya mulai Rp100 juta sampai 400 juta per anggota. Dengan uang ketok palu tersebut, maka RAPBD tahun 2017-2018 akhirnya disahkan. 


"Sebagai gantinya, Zumi Zola memberikan sejumlah paket proyek yang ada di dinas PU Provinsi Jambi kepada Paut Syakarin," rute Johanis.

 
Perkara suap uang ketok palu RAPBD Pemprov Jambi mencuat setelah KPK melakukan OTT pada 2017 silam. Zumi Zola yang terseret dalam kasus itu pun divonis 6 tahun penjara serta denda 600 juta oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. 


Setelah tak sampai empat tahun menjalani hukuman, artis yang banting profesi menjadi politisi itu akhirnya bebas pada September 2022. Pasca Zumi Zola bebas, KPK kembali mengumumkan 28 tersangka baru pada 10 Januari 2023.