Persembahan Google Untuk Batik Indonesia

share on:
Gambar Google Dodle

UPDATE.BONTANG- Logo halaman utama Google tiba-tiba berubah dengan latar belakang tiga motif batik nuansa biru dan emas, Rabu (2/10).

Setelah ditelusuri, rupanya Google Doodle sedang merayakan Hari Batik Nasional yang jatuh pada hari ini.

Dikutip dari laman Google, motif batik yang sematkan di design oleh seniman Lydia Nochols. 

Gambar batik kabarnya ini dibuat secara manual menggunakan kain putih yang diwarnai dengan lilin pigmen alami sehingga membentuk pola yang konpleks dan berwarna-warni.

Awalnya, Lydia Nochols menutupi kain dengan  design lilin kemudian menambahkan pewarna.

Kemudian, Lidya mencelupkan kain ke air yang telah diberikan osage orange sehingga muncul warna kuning muda.

Lydia kembali melapisi kain dengan lilin menggunakan tjanting kemudian memberikan pewarna indigo. Karena proses oksidasi, warna kain yang tadinya hijau berubah jadi hijau.

Seetelah proses lilin dan sekarat selesai, Lydia kemudian merebus kain tersebut untuk menghilangkan lilin yang menempel.

Dalam proses ini, lilin naik kepermukaan air panas dan mengeras sehingga mudah untuk dihilangkan. Setelah itu, kain diangkat  lalu di keringkan.

Google menyebut Indonesia telah terkenal karena batik sejak abad ke-4 atau ke-5, dan telah dikatakan bahwa teknik batik dan desin pewarna batik Indonesia sama banyaknya dengan pulau-pulau di sekitarnya. Desain dan warna bervariasi sesuai dengan desa dan sekompok etnis yang tersebar di berbagai pulau.

Di Jawa, kain batik secara historis meminjamkan dirinya secara alami ke mode, seni, dan budaya. Pola dan warna tertentu kemudian dikaitkan dengan kehidupan. Di zaman kerajaan, masyarakat Indonesia ampu menciptakan  cetakan batik yang berkualitas menggunakan tekstil tenun halus yang diimpor dari Eropa dan India. Pengrajin Indonesia terbukti cerdik dengan metode batik, inovasi teknik sepeti pencetakan blok kayu.

“Batik telah menjadi seni dan kerajinan selama berabad-abad dan merupakan bagian dari tradisi kuno. Kata batik berasal dari kata Jawa ‘amba’, berati ‘menulis’, akhiran ‘titik’ berarti  titik kecil antau membuat pola kecil,” kutip laman Goole.

Dalam sebuah manuskrip tentang daul lontar yang berasal dari sekitar tahun 1520 AD yang ditemukan di Galuh, Cirebon Selatan (Jawa Barat), tertulis bahwa batik juga berarti ‘seratan,’ yang dalam bahasa Jawa berarti ‘menulis.’

Kemudian, UNESCO resmi menetapkan Batik Indonesi sebagai Warisan Kamanusiaan untuk budaya Lisan dan Non-Betawi pada 2 Oktober 2009.

“Akhirnya, batik dikenal sebagai karya asli Indonesia. Selamat Hari Batik Nasional, Indonesia!” kutip Google. (Rus) 

Sumber : Google


share on: