Polres Bontang Mulai Terapkan Tilang Elektronik, Berikut Mekanismenya

share on:
Peesonel Satuan Lalu Lintas Polres Bontang uji coba sistem ETLE Mobile

UPDATEINDONESIA.COM- Polres Bontang mulai menerapkan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile atau tilang elektronik per 1 Juni 2021. Kamera pengintai yang dipasang pada base camp dan body cam petugas patroli ini bakal diberlakukan di kawasan tertib berlalu lintas wilayah hukum Polres Bontang.

 

“Ini adalah implementasi teknologi untuk mencatat pelanggaran secara elektronik untuk mendukung keamanan, ketertiban, keselamatan dan ketertiban berlalu lintas. Selain itu, sistem ini juga untuk meminimalisir terjadinya tawar menawar atau pungli,” kata Kasat Lantas Polres Bontang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Imam Safi’i, Senin (31/5) siang.

 

Nantinya semua pelanggaran seperti melawan arus, tidak memakai helm, tidak menggunakan safety belt, melanggar traffic light hingga parkir sembarangan akan ditindak tegas. Besaran denda mulai Rp250 sampai Rp500 ribu.

 

"Bagi yang tidak menggunakan safety belt dikenakan denda tilang senilai Rp250 ribu. Sementara penerobos traffic light, dan melanggar rambu lalu lintas, termasuk melawan arus senilai Rp 500 ribu," tegas Imam Safi'i.

 

Tahapan ETLE Mobile

Satuan Lalu Lintas akan mengidentifikasi data kendaraan yang secara otomatis tertangkap kamera mobile sebagai bukti pelanggaran lalu lintas. Selanjutnya, mengirim surat pemberitahuan ke alamat pemilik kendaraan sebagai permohonan konfirmasi atas bukti pelanggaran.

 

Setelah pemilik kendaraan melakukan konfirmasi melalui website atau datang langsung kantor Satlantas Polres Bontang. Petugas akan menerbitkan tilang dengan metode pembayaran via transaksi digital BRIVA untuk setiap pelanggaran yang telah terverifikasi untuk menegakkan hukum.

 

Pelanggar atau pemilik kendaraan yang tidak melakukan konfirmasi akan diblokir sementara di sistem administrasi manunggal satu atap (Samsat). Baik itu ketika telah pindah alamat, kendaraan telah dijual, maupun kegagalan membayar denda.

 

“Bagi yang tidak melakukan konfirmasi atas bukti pelanggaran maka semakin sering melanggar semakin banyak bayar nominal denda saat bayar pajak tahunan kendaraan,” pungkas Imam Safi’i.

 

Ia berharap pengendara lebih patuh dan tertib saat berkendara untuk meminimalisir kecelakaan berlalu lintas. Apalagi belakangan ini angka laka lantas terus meningkat. Hingga Mei 2021 jumlah laka lantas tercatat sudah ada 21 kejadian. Empat diantaranya menelan korban jiwa.

 

“Intinya, kecelakaan berawal dari pelanggaran berlalu lintas,” tutur Imam Safi’i. (See)