Pupuk Kaltim Serahkan Bantuan Sarana dan Prasarana Pengembangan TPST Bessai Berinta

share on:
Serah terima bantuan sarana dan prasarana pengembangan TPST Bessai Berinta dari Direktur Produksi PT Pupuk Kaltim Bagya Sugihartana kepada Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

UPDATE.BONTANG- PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menyalurkan bantuan prasarana dan sarana pengembangan alat pemilah sampah kepada Pemkot Bontang untuk digunakan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bessai Berinta, Senin (2/9) siang.

Direktur Produksi PT Pupuk Kaltim,  Bagya Sugihartana mengatakan bantuan dari dana CSR perusahaan disalurkan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Kota memerangi polusi sampah di Bontang.

Oleh karena itu, menjadi penting bagi PT Pupuk Kaltim menyalurkan teknologi Belt Conveyor dan unit pencacah sampah plastik kepada Pemkot Bontang. 

Termasuk didalamnya terdapat manajemen organisasi di TPST Bessai Berinta, seperti pelatihan pemanfaatan sampah dengan pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat dan telah menjadi Mitra Binaan Perusahaan.

"Sehingga pemanfaatan sampah menjadi lebih efektif karena didampingi oleh tenaga ahli perusahaan,” ujarnya

Melalui teknologi ini, nantinya metode pemilahan sampah organik dan non organik semakin mudah serta bernilai ekonomis sehingga pengelolaan sampah menjadi lebih efektif dan efisien.

"Bantuan ini diharapkan dapat berkembang dan arif bersinergi dengan lingkungan, masyarakat, dan industri," harap Bagya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni yang hadir menerima dan meresmikan bantuan tersebut, menyambut baik kontribusi PT Pupuk Kaltim dalam upaya penanggulangan sampah di Bontang

Menurut Neni, paket bantuan PKT yang nilainya mencapai Rp 411, 325 juta untuk pengembangan sarana dan prasarana di TPST Bessai Berinta dapat menurunkan volume sampah yang dikirim ke TPA Bontang Lestari. 

"Mengatasi persoalan sampah di Bontang harus jadi komitmen bersama karena produksi sampah yang masuk ke TPA Bontang Lestari bisa mencapai 90 ton per hari. Namun, jumlah tersebut bisa turun sekitar 25-30 ton karena pemilahan sudah bisa dilakukan di TPST Bessai Berinta," ucap Neni.

Selain itu, Neni juga mengatakan bahwa selain campur tangan dari PT Pupuk Kaltim, penurunan volume sampah yang dikirim ke TPA Bontang Lestari juga dipengaruhi oleh  keberadaan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pemilah sampah yang telah dibentuk di tiap kelurahan.

Kedepan, Neni berharap ada sebuah penelitian atau survei untuk mengetahui perbedaan jumlah produksi sampah yang berasal dari masyarakat berpenghasilan tinggi dan rendah. 

Hal itu dilakukan supaya pemerintah bisa melahirkan terobosan baru dalam strategi pengurangan dan penanganan volume sampah rumah tangga di Bontang. (Sena)


share on: