Putra Asli Papua Barat ini Menangis Saat Interupsi Dalam Sidang MPR

share on:
Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Barat, Jimmy Demianus Ijie menangis saat melakukan interupsi di Sidang Paripurna MPR, Rabu, (2/10) (Foto-screenshot tv one)

UPDATEINDONESIA.COM,- Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Barat, Jimmy Demianus Ijie menangis saat melakukan interupsi di Sidang Paripurna MPR, Rabu, (2/10).

 

Dalam video yang ditayangkan Kompas tv, Jemmy terlihat menangis lantaran menilai jalannya sidang paripurna yang bertele-tele dalam menentukan agenda pemilihan Ketua MPR. Sementara pada waktu yang sama di Wamena ada komplik kemanusiaan yang harus secepatnya diselesaikan.

 

"Interupsi pimpinan, saya melihat kita ini sedang memperlihatkan sandiwara yang tidak lucu. Hanya berebut soal kursi kekuasaan di lembaga ini dan tidak memperlihatkan sense of crisis kita pada persoalan kemanuasiaan yang luar biasa sedang terjadi di Papua," ungkap Jimmy sambil menangis tersedu-sedu di hadapan semua hadirin. 

 

Melihat rekannya tertunduk menangis, dua orang pejabat yang duduk disampingnya lantas berusaha menenangkan Jemmy. "Jangan menangis," saut pimpinan sidang.

 

Jemmy berupaya melanjutkan interupsinya dengan nada sedih," kita tidak menjadikan lembaga ini untuk menyelesaikan masalah bangsa melainkan hanya mencari kekuasaan semata," lanjut Jemmy.

 

Sementara masih banyak para pengungsi di Papua yang membutuh perhatian lembaga pemerintah untuk menyelesaikan masalah mereka. 

 

"Kasihan pengungsi-pengungsi itu tidak ada perhatian dari kita. Kami orang Papua tidak pernah bermusuhan dengan saudara kami. Ulah kalian di Jakarta yang menyebabkan ini semua terjadi," ucap Jemmy dengan nada keras yang sontak disambut tepuk tangan.

 

"Kerakusan dan kekuasaan yang luar biasa. Kalian jadikan rakyat di daerah menjadi korban adu domba. Oleh karena itu percepat saja pilih pimpinan MPR biar kita lihat MPR mau bikin apa untuk selesaikan masalah di daerah ini," ujar anggota DPR ini. 

 

"Tidak usa tersandera oleh kelompok yang belum ada wakilnya, siapa suruh berlama-lama jadi pemain. Percepat saja pemilihan ketua MPR, kami butuh MPR hadir selesaikan masalah Papua. Itu yang lebih penting!", tegasnya.

 

Pernyataan Jimmy sontak mengundang reaksi dari para anggota sidang. Banyak anggota dewan yang bersimpati dengan memberinya tepuk tangan.

 

Dikutip dari laman liputan6.com, sosok Jimmy Demianus Ijie lahir di Fategomi, Kabupaten Maybrat Papua Barat, 21 Maret 1968. Dia berdomisili di Manokwari, Ibu Kota Provinsi Papua Barat.

 

Jimmy mengenyam pendidikan SD YPK Pison Fategomi, Kabupaten Maybrat Papua Barat pada 1980. Lalu melanjutkan pendidikan SMP di Negeri I Nabarua Papua pada 1985 , sementara massa SMA dia habiskan di YPPK St Agustinus Sorong Papua Barat pada 1988.

 

Selepas lulus, Jemmy melanjutkan kuliahnya di Fakultas Kedokteran Gigi UNHAS pada 1988-1993 dan Fakultas Hukum Universitas Jakarta pada 2009. 

 

Karir politiknya terbilang cemerlang. Pada 2010-2015, dia pernah menjadi Ketua DPD PDIP Papua Barat. Selanjutnya menjadi Ketua DPRD Provinsi Irian Jaya Barat Periode 2004-2009.

 

Jimmy menjadi satu-satunya anak asli putra Papua Barat pertama yang menjadi Anggota DPR RI. Pada 18 Juli 2017, Jimmy dilantik sebagai Anggota DPR-RI periode 2014-2019 mewakili Dapil Papua Barat dari Partai PDIP setelah posisi ini vakum selama 2,5 tahun.

 

Pada masa kerja 2014-2019, Jimmy bertugas di Komisi II yang membidangi kepemiluan, otonomi daerah dan reforma agraria. Awal Januari 2018, terjadi mutasi internal partai dan Jimmy berpindah tugas ke Komisi 1 yang membidangi intelijen, luar negeri dan pertahanan.

 

Bicara soal pengalaman organisasi, Jimmy pernah menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan Papua Barat Periode 2010-2015. Lalu, menjadi Ketua Dewan Pimpinan Provinsi HKTI Papua Barat 2007-sekarang. Kemudian menjadi Ketua Pengprov Perbasi Papua Barat 2006 hingga sekarang.

 

Ia juga pernah menghadiri pembentukan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Jakarta pada 1998. AMP adalah sebuah organisasi mahasiswa Papua di Pulau Jawa yang memperjuangkan kemerdekaan untuk Papua.

 

Selain itu, anggota DPR RI periode 2019-2024 ini juga terlibat di Irian Jaya Crisis Center (IJCC) pada 2003 dan menjadi Sekjen Komnas Reaktivitas Provinsi Irian Jaya Barat (2002). (Rus/Berbagai Sumber)


share on: