Ramadhan Bulan Kemenangan Dan Momentum Perjuangan

share on:
Ilustrasi Perang Badar

Oleh : Hj. Mimy Muthmainnah 

Marhaban ya Ramadhan. Tak terasa Ramadhan kembali menyapa kita. Kali ini memasuki Ramadhan 1440 H. Ramadhan adalah bulan suci umat Islam. Melaksanakan ibadah maghdhoh untuk shaum yang bisa mengantarkan orang yang melaksanakannya meraih derajat takwa.

Bulan beribadah bertabur dengan pahala yang berlipat ganda. Bulan ketika Allah bukakan pintu pengampunan sebesar-besarnya kepada hamba-Nya yang melakukan kesalahan dan dosa. Bulan yang didalamnya dibukakan pintu-pintu surga, ditutupnya pintu-pintu neraka dan setan-setan dibelenggu.

Maka tak heran setiap muslim berupaya meningkatkan amalan lainnya seperti sholat tarawih, tadarus alqur'an, dan memperbanyak shodaqoh. Bahkan bulan Ramadhan juga dikenal bulan dakwah dan jihad.

Bulan perjuangan menegakkan keadilan serta menumbangkan kedzaliman. Salah besar jika menafsirkan bahwa bulan Shaum umat tidak boleh marah atas kedzaliman yang terjadi, pasrah atas keadaan, dianiaya, dihina, bahkan diperlakukan tidak manusiawi tanpa perlawanan alias sabar.

Justeru bulan Ramadhan dijadikan momentum bulan perlawanan, perjuangan, dan kemenangan. Agama mengajarkan dalam konteks subtansi ajaran maupun kesejarahan. Tercatat sejumlah peristiwa penting pada bulan Ramadhan tujuh belas bulan setelah hijrah, Nabi SAW mengirim pasukan Hamzah membawa bendera pertama yang diserahkan beliau sendiri. Pasukan ini dikirim untuk menghadang kaum kafir Quraisy yang datang dari Syam menuju Mekkah.

Peristiwa perang Badar al-Kubra yang diabadikan dalam alqur'an sebagai Yaum al-Furqon (Hari Pembeda) yang pecah pada hari Jum'at, 17 Ramadhan 2 H. Pada saat itu pasukan kaum muslimin berjumlah 313 orang, terdiri dari 1 menunggang kuda, sisanya berjalan kaki. Dan menjadi syuhada tercatat 14 orang. Sedangkan saat itu, kafir Quraisy berjumlah 1000 orang, yang terdiri dari 80 pasukan berkuda dan sisanya jalan kaki. 70 orang gugur, 70 orang lainnya menjadi tawanan. Dashyatnya perang Badar ini, pasukan kaum Muslimin dibantu oleh 5000 Malaikat. "Ya (cukup) jika kamu bersabar dan bertakwa ketika mereka datang menyerang dengan tiba-tiba, Niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda." (TQS.Al-Imran[03]:125).

Peristiwa lainnya di bulan suci, Rasulullah SAW dan para Sahabat berhasil menaklukkan kota Mekkah yang dikenal dengan al Fath al-a'dham (Fathu Makkah), Ramadhan 8 H. Akhirnya kaum kafir Quraisy berbondong-bondong masuk Islam, termasuk sepupu Rasulullah, Abu Sufyan bin Harits dan para tokoh-tokoh kafir Quraisy pada masa itu. Kemudian dihancurkanlah berhala di sekitar Ka'bah. Sehingga bulan Ramadhan dikenal juga dengan Syahru al-Jihad wa al-Inthisar (bulan Jihad dan Kemenangan).

Pada Ramadhan lain, ada perang Qadisiyah mengalahkan Persia, menghancurkan Romawi di Tabuk, Sirakusa, Manzikert, penaklukan Andalusia, kekalahan Tartar Mongol oleh Sultan Qutuz, kemenangan pasukan Shalahudin atas pasukan Salib di Jerusalem hingga berhasil Mesir mengalahkan Israel.

Maka mari kita jadikan Ramadhan ini untuk mencapai persatuan dan kesatuan umat serta meningkatkan semangat mengembalikan Junnah kaum muslimin ditengah umat. Kemenangan haqiqi akan dicapai yaitu dengan menerapkan kembali hukum syariah secara kaffah .

Karenanya saat ini kaum muslimin membutuhkan pemimpin yang benar-benar bertakwa, jujur, adil, amanah, pemimpin yang tidak mengkhianati Allah dan Rasul-Nya. Maka kaum muslimin  akan selamat secara totalitas, baik keshalehannya sebagai individu maupun umat saat melaksanakan ibadah shaum di bulan Ramadhan 1440 H. Wallahu a'lam bi ash-showwab.


share on: