Santan Tengah Jadi Daerah Percontohan Ditjen Bimas Kemenag RI

share on:
Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin luncurkan program percontohan (Proper) di Desa Santan Tengah, Selasa (3/11/2020).  

UPDATEINDONESIA.COM- Desa Santan Tengah, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim jadi percontohan (Proper) pemberdayaan masyarakat bidang ekonomi, pendidikan, pembinaan keagamaan, kesehatan, dan sosial kemanusiaan.

 

Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin mengatakan,  proper merupakan penggabungan program di 4 direktorat yang ada di Ditjen Bimas Islam. Proper didesain berkelanjutan selama kurun waktu setidaknya tiga tahun, meliputi fase perintisan, pelaksanaan, dan selanjutnya adalah kemandirian.

 

“Proper sudah berjalan sejak tahun 2018, sebelumnya sejumlah daerah telah menikmati program ini yaitu Sambas (Kalbar), Bantar Gebang Bekasi, Inhil (riau), Donggala (Sulteng), Aceh Singkil (Aceh),” tutur Kamaruddin di sela-sela launching Proper di Santan Tengah,  Selasa (3/11).

 

Ditambahkan, proper merupakan wujud inovasi kebijakan yang lebih berbasis pencapaian output dan outcome. Dengan pemberdayaan masyarakat, maka hasilnya jelas langsung dirasakan oleh penerima. Pendekatan agama diambil karena posisi agama secara inheren menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat.

 

"Program ini merupakan wujud kehadiran negara dalam berbagai permasalahan di tengah masyarakat," katanya.

 

Nantinya Kemenag tidak hanya bertanggung jawab sebagai pembimbing dan penyebar nilai-nilai keagamaan, tetapi memposisikan diri sebagai rujukan dalam pengamalan Agama Islam. Sebab, membangun masyarakat yang mandiri dan kuat menurut agama Islam basisnya adalah saling membantu antar masyarakat. Salah satunya melalui zakat.

 

Kampung zakat menjadi primadona dari banyak item dalam Program Percontohan. Selain itu terdapat beberapa bentuk kegiatan lain, seperti program wakaf produktif, bantuan renovasi dan operasional Masjid/Musola, Pemberdayaan Penyuluh Agama Islam, bantuan Ormas dan Majelis Taklim, pembinaan Imam Masjid, dan juga pemberian Sembako, alat-alat salat, bantuan Al-Qur’an, dan buku-buku keagamaan.

 

“Pilihan lokasi program ini mengacu pada wilayah tertinggal, terdepan dan terluar di Indonesia berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) 131 Tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015,” tungkasnya. (*)


share on: