Setelah Ke NasDem dan PPP, Neni Merapat Ke Gerindra

share on:
Perwakilan Neni Moerniaeni ambil formulir pendaftaran bacalon wali kota di partai Gerindra

UPDATE.BONTANG - Jelang Pilkada tahun depan, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengambil formulir pendaftaran Bakal Calon (Balon) wali kota di kantor DPC partai Gerindra, Senin (7/10) siang.

Pengambilan formulir diwakilkan melalui tim penjaringan Neni yang pimpin M Anwar, didampingi Hariadi, Andi Amri, dan Ahmad Faisal. Kedatangan mereka disambut oleh Sekretaris tim penjaringan Partai Gerindra, Syahril Ente dan sekretaris DPC Gerindra Bontang. 

Kepada awak media, Anwar menjelaskan maksud kedatangannya tersebut. "Kehadiran kami ke beberapa partai, termasuk hari ini di Gerindra untuk mengambil formulir pendaftaran untuk Neni Moerniaeni," lanjutnya.

Harapannya eksistensi bersama gerinda kedepan, bisa semakin solid dan jelas. "Kita berharap Gerindra serius maju bersama Neni dan bisa berjuang bersama meraih kemenangan di Pilkada tahun 2020," ucapnya.

Senada, Andi Amri menambahkan bahwa dengan Golkar saja sejatinya sudah cukup, karena memiliki lima kursi di DPRD. "Tetapi karena beliau ingin merangkul dan berkoalisi dengan partai lain, makanya kami jajaki beberapa partai yang membuka pendaftaran," lanjut dia.

Sejauh ini Neni sudah mengambil formulir pendaftaran bacalon wali kota di tiga partai, antara lain NasDem, PPP, dan Gerindra. "Kami sangat berharap berjodoh dengan Gerindra," tungkasnya.

Syahril Ente menyambut baik hal itu. Dia mengatakan Gerindra merasa tersanjung atas kehendak Neni berkoalisi dengan partai berlambang burung garuda itu.

"Kami merasa tersanjung karena selain sebagai incumbent partai beliau juga besar dan pemenang di Bontang. Namun masih mengajak Gerindra bergabung mewujudkan visi misi beliau membangun Bontang kedepan," lanjut dia.

Kendati demikian, Syahril kembali menegaskan bahwa tiap calon yang mendaftar nantinya tetap wajib memenuhi syarat dan ketentuan partai. "Baik itu calon internal maupun dari eksternal semua sama,  tidak ada pengistimewaan," lanjutnya.

Ia memyebut salah satu tahapan yang harus dilalui para calon adalah pemaparan visi misi. Setelah itu dilakukan survei berama antara calon yang diusung dengan tim penjaringan.

"Setelahnya baru ditentukan nama-nama calon yang akan direkomendasikan ke pengurus wilayah dan diteruskan ke DPP," tungkasnya. 

Diketahui, sejak pentaftaran dibuka pada 2 Oktober lalu, sudah lima calon kandidat yang telah mengambil formulir di Gerindra. Mereka diantaranya Adi Darma, Mulyadi, Rahman,  Basri Rase, dan Neni Moerniaeni.

Gerindra sendiri di gedangan-gadang akan mengusung Agus Haris di Pilkada Bontang. Nama Wakil Ketua II DPRD Bontang periode 2019-2024 itu disebut-sebut sebagai kandidat kuat tandem Neni Moerniaeni di Pilkada tahun depan.

Hingga berita ini diturunkan, baik pihak Gerindra maupun Agus Haris belum mau menjawab kabar tersebut. (Sena)


share on: