Teknologi SPWM Ubah Suara Dokter Jadi Laporan Data

share on:
Ilustrasi

UPDATEINDONESIA.COM- Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN meluncurkan inovasi baru dalam menopang kinerja para tenaga medis di rumah sakit. Teknologi itu bernama Sistem Pengenalan Wicara untuk Pendiktean Medis (SPWPM) sebagai implementasi dari Automatic Speech Regocnition (ASR).


Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika BRIN Budi Prawara mengatakan, SPWPM diciptakan oleh tim perekayasa Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber BRIN bekerja sama dengan mitra swasta, yakni PT Dua Empat Tujuh (Solusi247) dan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.


Melalui teknologi ini, kata Budi, dokter-dokter yang bekerja di rumah sakit akan menikmati fasilitas pencatatan medis yang efektif dan efisien secara elektronik. Sehingga tidak perlu lagi membuat laporan manual terhadap diagnosa pasien untuk keperluan rekam medis (medical record).


Karena dengan SPWPM, keterangan medis verbal oleh para tenaga medis termasuk dokter langsung dikonversikan menjadi data atau laporan tertulis yang terkoneksi pada pusat data medis di rumah sakit. Pencatatan rekam medis menjadi jauh lebih cepat dan mudah dengan dukungan teknologi ASR yang mampu menjalankan seluruh prosesnya secara otomatis.


“Sistem ini berguna untuk membantu para dokter menulis laporan diagnosa bersamaan dengan pemeriksaan pemberian konsultasi kepada pasien secara langsung,” tutur Budi. seperti dikutip indonesia.go.id.


SPWPM terdiri atas tiga komponen penting seperti middleware, backend, dan pendukung dalam bentuk kontainer-kontainer yang dikelola dan diorkestrasikan dalam sebuah platform awan docker swarm.


Kepala Pusat Layanan Teknologi (Pusyantek) BRIN Yenni Bakhtiar menambahkan bahwa Prototipe SPWPM telah dilakukan uji lapang bekerja sama dengan RS Harapan Kita. Hasilnya, diperoleh Word Error Rate (WER) rata-rata 4 persen. 


“Artinya telah memenuhi target WER rata-rata di bawah 5 persen. Sehingga dapat ditetapkan bahwa sistem telah memenuhi tingkat kesiapan teknologi level 7 (TKT-7) dan bisa dimanfaatkan oleh mitra pengguna,” tegasnya. (*)