Terduga Begal Di Bontang Mengaku Sempat Melihat Mobil Korban Goyang-Goyang

share on:
Mobil korban percobaan begal di Jalan Soekarno Hatta di jadikan sebagai barang bukti oleh pihak kepolisian Polres Bontang

UPDATEINDONESIA.COM- RA (23) terancam 9 tahun penjara. Ia diduga terlibat skandal pemerasan atau begal di Jalan Soekarno Hatta Bontang Barat beberapa waktu lalu.

Menurut hasil penyelidikan pihak kepolisian, kronologis kejadian ini bermula ketika korban Al (23) bersama pacarnya, YN (19) memarkir mobil yang dikendarainya di Simpang tiga Pos Kilometer 53 PT. Badak, Jalan Soekarno Hatta.

Melihat ada mobil terparkir di tempat sepi dan goyang-goyang saat malam hari, RA (23) yang kebetulan melintas di kawasan itu lantas mendatangi dan mengetuk pintu mobil korban. RA mengaku tidak melihat tindakan asusila.

Kaget dihampiri seorang pria tak dikenal, korban lantas memundurkan mobil hingga terperosok ke parit. Melihat korban terpojok, RA (23) lantas meminta paksa sejumlah uang tunai serta handphone kepada pasangan bukan suami istri tersebut. Namun permintaan RA mendapat penolakan dari korban. 

 

BACA JUGA 

Polres Bontang: Dua Terduga Begal Sudah Ditangkap

 

Lantaran permintaannya ditolak, RA lantas mencabut kunci kontak mobil korban dan terus meminta uang atau barang. Namun, lagi-lagi permintaan RA mendapat penolakan.

Merasa kesal dengan korban, RA kemudian melempar kunci kontak kedalam mobil, kemudian membanting pintu mobil lalu meninggalkan lokasi kejadian. Dari kejadian ini, korban melapor ke Polres Bontang.

Sejak saat itu RA diburu polisi dan berhasil ditangkap tim rajawali Sat Reskrim Polres Bontang di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Gunung Elai Bontang Utara, 11 Mei malam yang lalu.

“Dari pengakuan RA kepada polisi, ia baru kali ini melakukan perbuatan tersebut dan menyesali tindakannya,” tutur Kapolres Bontang Akbp Boyke Karel Wattimena melalui Kasubag Humas Akp Suyono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5) malam.

Sementara M (53), sosok pembawa senapan angin yang turut dilaporkan oleh korban. Hanya dijadikan sebagai saksi karena ia kebetulan melintas dan menghampiri lokasi kejadian.

Konon, M (53) rutin tiap malam membawa senapan angin untuk berburu burung punai. Fakta itu diperkuat dari keterangan istri dan tetangga M (53).

"Sedangkan RA diganjar pasal 368 atau 335 KUHPidana karena terbukti melakukan percobaan tindakan pemerasan,” tegas Suyono. (rus)


share on: