Tinjau Drainase Samping Pasar Telihan, Dewan: Mestinya Eksekutif Tidak Mengabaikan Usulan Warga

share on:
Rombongan Komisi III DPRD Bontang tinjau drainase di Jalan Makassar Kelurahan Gunung Telihan yang dikeluhkan warga, Selasa (24/1/2023)

UPDATEINDONESIA.COM- Normalisasi drainase di Jalan Makassar RT 27, Kelurahan Gunung Telihan, Bontang Barat mesti jadi perhatian Pemkot Bontang. Pasalnya, menurut keterangan warga setempat endapan sedimen sudah setebal satu meter lebih. Imbasnya, air parit kerap meluber ke pemukiman penduduk saat hujan dengan intensitas tinggi. 


"Terakhir di gotong royong tahun 2019. Namun manual, jadi warga tidak mampu. Sebab, selain tebal panjang  parit yang mesti di keruk juga kurang lebih 1 kilometer," kata Ketua RT 27 Kelurahan Gunung Telihan Sugianto saat mendampingi Sidak Komisi III DPRD Bintang, Selasa (24/1/2023). 


Sugianto mengklaim usulan normalisasi parit di kawasan RT 27 sampai RT 30 sudah disampaikan tiap Musrembang. Namun selalu mentah. Bahkan titipan dana aspirasi salah satu legislator Bontang Barat tahun lalu untuk pengerukan sedimen parit juga kabarnya ditolak.


"Sudah tiap tahun diusulkan pengerukan tapi tidak ada respon. Baru sekarang ada anggota dewan turun meninjau langsung," tutur pria yang menjabat Ketua RT 27 sejak 2016 itu.


Aktivitas warga yang bermukim di bantaran drainase RT 27 Kelurahan Gunung Telihan Bontang Barat.

Menanggapi persoalan tersebut, Lurah Gunung Telihan, Mochamad Cholid Hanafi mengaku belum memahami persis situasi atau usulan yang sebelumnya dikeluhkan warganya. Lantaran dirinya baru tahun ini menjabat sebagai lurah Gunung Telihan.


Namun, kata dia, respon Dinas PUPR menyusul adanya kunjungan Komisi III DPRD hari ini diharapkan dapat mengatasi persoalan luapan air parit yang dikelukan warganya di RT 27 sampai RT 30 sejak lama.


"Kultur disini kan cekungan, jadi semua air ngumpul di parit ini. Sayangnya sulit mengalir karena terhambat sedimentasi. Alhamdulillah, Dinas PUPR bersedia melakukan pengerukan supaya aliran bisa lancar," ujarnya. 


Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina mendesak eksekutif tidak abai terhadap persoalan banjir. Apalagi persilangan di kawasan itu sudah menahun jadi keluhkan warga. Pun demikian dengan rencana alokasi bantuan dari perusahaan maupun dana aspirasi dewan, juga tidak boleh tumpang tindih dengan rencana kerja pemerintah. 


"Harapan saya, niat alokasi bantuan CSR dari PKT tetap berlanjut di sini. Begitu pula dengan dana aspirasi dewan. Karena selain parit, saya melihat kondisi infrastruktur disini  (kawasan RT 27) perlu dibenahi supaya air tidak lagi mengendap di jalan," tegas legislator Partai Gerindra ini.


Pantauan updateindonesia.com, kondisi drainase mulai dari seberang Pasar Telihan hingga samping SD Negeri 004 di RT 30 Kelurahan Gunung Telihan, Bontang Barat  terlihat memprihatinkan. Selain dipenuhi endapan sedimentasi sehingga setinggi satu meter, masyarakat setempat juga mesti memperhatikan material limbah yang dialirkan ke parit tersebut. (*)