TO Selama 1.5 Th, akhirnya Pengedar Sabu Di Tangkap

share on:
Tersangka Iwan Ramsu Alias Iwan Ateng, diduga pengedar Narkotika jenis Sabu

UPDATE.BONTANG - Unit opsnal Resnarkoba Polres Bontang kembali melakukan penangkapan terhadap seorang laki laki yang diduga pengedar Narkotika jenis Sabu, pada Kamis (14/2/2019) malam sekitar pukul 23.30 Wita. 

Tersangka Iwan Ramsu alias Iwan Ateng Bin M.Ramia (Alm) Kelahiran, Barru 02 Maret 1970 silam ini terciduk di salah satu rumah kosong di Jl.Selat Maluku RT.06 Kel.Tanjung Laut Kec.Bontang Selatan Kota Bontang.

Saat dilakukan penggeledahan badan  terhadap pria 48 tahun ini ditemukan 7 bungkus plastik klip berisi butiran kristal yang diduga narkotika jenis sabu yang disimpan dilipatan atau gulungan sarung yang tengah digunakan, selain itu ditemukan juga dompet kecil merah berisi 1 potongan sedotan berujung runcing,1 unit korek gas,1  pipet kaca dan uang sebesar Rp 1.800.000,- (satu juta delapan ratus ribu rupiah) di kantong celana sebelah kanan dan juga ditemukan 1 (satu) unit Hp merk Samsung lipat warna ungu hitam serta 1 unut timbangan digital warna hitam.

Selanjutnya dilakukan pengembangan ke rumah tinggal tersangka di jalan.A.Yani Gg.Sari buah II RT.02 kel.Api api kec.Bontang Utara Kota Bontang, dari penggeledahan rumah ditemukan 6 bungkus plastik klip berisi sabu di bawah kasur dan barang tersebut diakui kepemilikannya oleh tersangka. Seluruh berupa sabu sebanyak 13 bungkus dan barang bukti lainnya bersama tersangka dibawa ke polres bontang untuk dilakukan di  pemeriksaaan lebih lanjut. 

Dalam pengakuannya dihadapan penyidik, Iwan mengaku mendapatkan barang haram dr seseorang di Samarinda yg tdk dikenal melalui Hp dan tersangka mengambil barang di daerah Lempake Samarinda.

Tersangka merupakan Target Operasi (TO) Sat Reskoba Polres Bontang selama kurang lebih 1,5 tahunan bahkan sering terciduk bila ada tangkapan atau saat pengembangan penangkapan namun selalu tidak cukup bukti.

Dari kasus ini, tersangka Iwan terjerat Pasal 114 ayat (1) Jo pasal 112 ayat (1) UURI No. 35 th 2009 dimana setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 dan paling banyak Rp 8 miliar. (K.A / Up.Ed)

 


share on: