Update Covid-19 Bontang 27 Agustus, Bertambah 2 Kasus Positif dan 1 Kematian

share on:
Tim Covid-19 Pemkot Bontang umumkan dua kasus tambahan positif terpapar virus Corona dan satu kasus kematinan, Kamis (27/8) petang.

UPDATEINDOESIA.COM- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemkot Bontang, Kalimantan Timur kembali mengumumkan penambahan dua kasus terkonfirmasi positif terpapar Virus Corona. Selanjutnya disebut kasus 276 BTG dan 277 BTG.

Diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Bahauddin, identitas kasus 276 BTG merupakan perempuan usia 60 tahun dengan profesi sebagai pedagang. Dan tidak memiliki riwayat perjalanan dari luar kota dan masuk non klaster.

Mulanya, kasus 276 BTG datang ke rumah sakit pada ada 16 Agustus, dengan keluhan nyeri pada bagian perut, diare, dan nafsu makan menurun. “Pada saat itu juga dilakukan rapid test terhadap yang bersangkutan dan hasilnya reaktif,” lanjut Bahauddin dalam keterangan persnya, Kamis (27/8) petang.

Kemudian, lanjut Bahauddin, pada hari yang sama ditindaklanjuti pemeriksaan foto thorax dan terdapat gambaran pneumonia sehingga langsung menjalani rawat inap di rumah sakit. Esok harinya, pasien 276 BTG ditetapkan sebagai pasien suspek Covid-19.

Lalu pada 18 Agustus, dilakukan pemeriksaan swab dan hari ini hasilnya positif. “Selama menunggu hasil swab keluar, yakni dari 19 sampai 26 agustus, pasien 276 BTG menjalani terapi pemulihan kesehatan di rumah sakit,” jelas Bahauddin.

Berikutnya, kasus 277 BTG merupakan perempuan usia 39 tahun dengan profesi ibu rumah tangga. Kasus ini hasil tracing kontak dari istri 103BTG.

Sementara satu kasus kematian dari klaster Pupuk Kaltim (PKT), yakni 51 BTG dengan jenis kelamin laki-laki usia 55 tahun dengan riwayat penyakit penyerta (komorbid) diabetes dan hipertensi.

“Pasien dinyatakan meninggal dunia tadi pagi, sekitar pukul 08.35 Wita,” tutur Bahauddin.

Dengan demikian, tutur Bahauddin, dalam dua hari terakhir ini, sudah ada dua pasien Covid-19 meninggal dunia di Bontang dengan comorbid yang sama, yaitu diabetes dan hipertensi. 

“Untuk itu, kami ingatkan masyarakat bagi yang berusia sekitar  40 sampai 45 tahun ke atas harus lebih mewaspadai virus ini. Terutama yang memiliki riwayat diabetes, hipertensi, jantung, stroke, kanker, penyakit asma,” tegas Bahauddin.

Tambahan dua kasus kematian itu, disebut Bahauddin, otomatis menjadikan Bontang mengantongi tiga kasus kematian sejak virus ini mewabah. Tim Covi-19 Bontang lantas mengeluhkan sejumlah kendala selama melakukan tracing kontak terhadap rekam jejak pasien yang terkonfirmasi positif.

“Bagi pasien yang sudah terkonfirmasi positif harap kooperatif memberikan data yang lengkap dan jujur untuk memudahkan tracing. Sebab, semakin cepat dideteksi atau dilacak riwayat perjalanan pasien semakin pula sebaran penularan bisa diputus,” tambah Jubir Covid-19 Pemkot Bontang, Adi Permana. (*)


share on: