Usai Di Tepung Tawar, Wawali Minta Warga Sukseskan Erau Pelas Benua 

share on:
Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase sedang menjalani prosesi Tepung Tawar di Rumah Dinasnya, Jalan Wang Long Kelurahan Bontang Baru, Senin (2/9) petang

UPDATE.BONTANG- Panitia penyelenggara Erau Pelas Benua Guntung melaksanakan serangkaian ritual adat, yakni Tepung Tawar yang disematkan kepada sejumlah pejabat pemerintah dan petinggi perusahaan, Senin (2/9) petang. 

Ketua Lembaga Adat Kutai Bontang selaku penanggung jawab Erau Pelas Benua Guntung, Ismail mengatakan ritual Tepung Tawar dimaksudkan sebagai simbol pembersihan kampung atau kota beserta penghuninya sebelum pesta adat di mulai.

"Umumnya ritual Tepung Tawar hanya disematkan kepada pejabat penting, seperti pimpinan perusahaan Wali Kota beserta Wakilnya. Tujuannya supaya para pemimpin terhindar dari malapetaka atau kesialan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya," kata Ismail usai menyematkan Tepung Tawar kepada Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Senin (2/9) petang. 

Sementara itu,  Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase menuturkan, ritual adat tersebut harus dihargai dan dijaga keberadaannya. Sebab, telah menjadi salah satu simbol kebudayaan di Bontang. 

"Warisan budaya ini harus dijaga dan dilestarikan agar kedepan, generasi muda mengetahui dan mengerti bahwa Bontang adalah bagian yang tak terpisahkan dengan peradaban kerajaan Kutai," kata Basri Rase usia menjalani prosesi Tepong Tawar di Rumah Dinasnya. 

Basri Rase juga mengajak warganya supaya ikut meramaikan pesta budaya masyarakat Kutai itu, yang berlangsung dari 3-8 September 2019.

Basri Rase menilai, daerah yang berbudaya adalah daerah yang mempunyai solidaritas dan kebersamaan dalam menjiwai budaya sesama suku bangsa. 

"Besar kecilnya atau ramai sepinya kegiatan ini tergantung kita. Saya ingin semua warga Bontang ikut berperan aktif mensukseskan salah satu warisan budaya ini," harapnya.

Patut diingat bahwa Erau Pelas Benua Guntung merupakan salah satu pesta budaya masyarakat Kutai di Bontang. Agenda ini rutin dilaksanakan setiap tahun oleh pemerintah sebagai komitmen dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata dan kebudayaan lokal, sekaligus sebagai salah satu promosi di ajang International Folk Arts Festival (EIFAF). (Sena) 


share on: