Warga Keluhkan Tumpukan Tanah Bekas Galian Pipa PDAM Bontang

share on:
Potret tumpukan tanah bekas galian pipa PDAM di kawasan Jalan Letjen S. Parman Bontang

BONTANG - Tumpukan tanah bekas galian penambahan jaringan pipa air bersih dinilai tidak hanya membahayakan pengendara yang melintas. Melainkan menghambat pendapatan warga.

Setidaknya hal itu diakui Ismail (59), salah satu tukang ojek yang sudah 30 tahun mangkal di Samping Bontang Plaza, Jalan Brigjen Katamso.

"Pendapatan jelas berpengaruh, apalagi sudah kalah sama Graf ditambah lagi bekas galian seperti ini," kata Ismail dalam penuturannya kepada Komisi III DPRD yang saat itu turun menggelar inspeksi mendadak (Sidak) untuk menyikapi keluhan warga, Senin (30/12/19).

Sepengetahuan dia, rata-rata pemilik warung di pinggir jalan berinisiatif membersihkan tumpukan bekas galian tersebut. Padahal menurutnya, seharusnya pihak kontraktor yang bertanggung jawab.

Pria asal Kelurahan Berbas Tengah itu pun lantas meminta DPRD tegas kepada kontraktor agar tumpukan galian segera dibersihkan atau diangkut.

"Kalau selesai baru dibersihkan harus nunggu sampai kapan? ini 'kan' proyek panjang," tungkasnya. 

Terpisah, Kabid Sanitasi Air Bersih dan Pengairan Dinas PUPRK Bontang, Karel mengklaim telah beberapa kali menegur pihak kontraktor. Teguran tersebut menyangkut sistem kerja CV Panorama Nol Tujuh yang dinilai menyalahi prosedur. 

"Mungkin sudah 5-10 kali ditegur, tapi responnya siap..siap begitu aja tidak dilaksanakan," bebernya. 

Menurut Karel, seharusnya pihak kontraktor menyiapkan pipanya dulu baru digali, bukan sekaligus. Akibatnya, bekas galian numpuk karena pipa belum siap. 

"Imbasnya, masyarakat mengeluh karena akses masuk kerumah tertutup," tungkasanya. (rus


share on: