Warga Lembah Minta Normalisasi Sungai, DPRD: Mereka Harus Sadar Lingkungan Dulu!

share on:
DPRD Bontang bersama PT Badak LNG Tinjau Sungai Lembah Ujung, Kelurahan Berebas Tengah, Bontang Selatan, Selasa (6/10/2020) pagi.

UPDATEINDONESIA.COM- Warga di bantaran sungai Lembah, Kelurahan Berebas Tengah, Bontang Selatan, Kalimantan Timur, mengeluhkan pendangkalan kali. Akibatnya selain dihantui banjir, akses utama para nelayan di kawasan itu juga terhambat karena perahu mereka rawan kandas.

"Kalau perahu mau lewat harus tunggu air laut pasang. Jika tidak bisa kandas," kata Ketua RT 51 Kelurahan Berebas Tengah, Amiruddin saat mendampingi kunjungan Kerja DPRD Bontang, Selasa (6/10) pagi.

Dijelaskan, pendangkalan sungai telah dilaporkan ke lembaga DPRD sejak enam bulan lalu. Namun baru ada respon. “Karena kawasan sungai masuk area PT Badak maka kami minta inisiatif perusahaan melakukan pengerukan,” tungkasnya.

Menanggapi keluhan warga, Plh Supervisor Internal dan Eksternal Relation PT Badak LNG, Angela Roberto yang turut hadir dalam kunjungan DPRD, berjanji akan menyampaikan persolan tersebut ke top manajemen perusahaan.

“Tadi sudah keliling melihat kondisi riil di lapangan sekaligus mengambil dokumentasi foto untuk disampaikan ke pimpinan,” tutur Angela Roberto.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris yang memimpin langsung kunjungan tersebut menilai perlu ada kesadaran warga setempat untuk tidak membuang sampah ke bibir sungai. Jika tidak, normalisasi sungai mustahil bisa terealisasi.

“Minimal masyarakat bisa memberikan bukti nyata dulu untuk peduli lingkungannya. Karena kalau tidak, pengerukan akan terasa percuma kalau masih ada warga yang buang sampah di bibir sungai,” tegas Agus Haris, didampingi Ketua Komisi III DPRD, Amir Tosina.

Kedepannya, DPRD berencana melakukan pertemuan ulang dengan melibatkan Top Management Badak LNG bersama Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam menindaklanjuti persoalan tersebut. (*)


share on: