Wirausaha Muda Kaltim Minim Perhatian Pusat

share on:
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian memilah kain batik khas Paser saat mengikuti acara penandatanganan MoU antara Badan Ekonomi Kreatif Indonesia di  Tana Paser, Kabupaten Paser, Kaltim, Minggu (26/5/2019). (Asmaul/infopublik.id)

UPDATEINDONESIA.COM- Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menilai perhatian pemerintah pusat terhadap wirausaha muda Kaltim masih minim.

Pernyataan tersebut dilontarkan Hetifah dalam diskusi daring bertema ‘strategi wirausaha muda dalam menghadapi pandemi Covid-19’ yang digagas Dispora Kaltim bersama Forum Kewirausahaan Muda (FKM), Kamis (14/5).

“Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) harus tahu bahwa di Kalimantan Timur banyak wirausaha muda, tidak hanya di Pulau Jawa,’ kata Hetifah.

Menurut Hetifah, faktor penyebabnya karena pemerintah pusat menganggap usaha muda Benua Etam (sebutan Kaltim) masih bergantung terhadap pertambanagan dan minyak dan gas (Migas).

Seolah olah, kata dia, sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) serta usaha-usaha kecil yang dilakukan para pemuda tidak ada. “Padahal, pemuda-pemuda Kaltim sangat potensial serta banyak memiliki ide, inovasi dan gagasan yang harus difasilitasi oleh pemerintah,” tegasnya.

Hetifah menekankan, terlepas dari persoalan tersebut bila ingin menjadi seperti yang diamanatkan Undang-Undang Kepemudaan maka pemuda harus bisa bisa menggali kapasitas, potensi, dan aktualisasi diri untuk berkolaborasi dengan pemerintah.

“Pemuda harus memiliki motivasi, kreativitas, gagasan serta membuka diri untuk berkolaborasi dengan pemerintah,” terangnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Kadispora Kaltim Sirajudin mengatakan, pihaknya menjalankan misi pertama Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, yaitu Berdaulat Dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Berakhlak Mulia dan Berdaya Saing, Terutama Perempuan, Pemuda dan Penyandang Disabilitas. 

"Untuk menjalankan misi tersebut, kami memprioritaskan mencetak anak muda yang mandiri melalui pengembangan kewirausahaan. Kebijakan ini untuk mengurangi angka pengangguran di Kaltim," jelasnya. (**)

Sumber-kaltimprov.go.id


share on: