UPDATEINDONESIA.COM- Menjadi polisi bukanlah cita-cita Kompol Suyono. Sebab sejak kecil ia berangan-angan menjadi tenaga pengajar, tepatnya guru olahraga. Namun nasib berkata lain dan patut disyukuri.
Kisahnya di kepolisian bermula sejak lulus SMA tahun 1986 silam. Awalnya, ayah dua anak ini sempat melanjutkan pendidikan di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP PGRI) Kediri.
Namun baru memasuki semester tiga, dia justru kepincut melihat pengumuman penerimaan anggota Polri. Berkat dukungan keluarga dan restu kedua orangtuanya, ia memberanikan diri mencoba peruntukannya mendaftar polisi melalui panitia seleksi Daerah Polda Jawa Timur di Surabaya.
Berbekal semangat serta ikhtiar, dan tekad yang kuat sesuai moto hidupnya “selalu bersyukur”. Suyono mampu melewati semua tahapan seleksi. Mulai kelengkapan berkas persyaratan, pendaftaran, tes parade, tes kesamaptaan jasmani (Samjas), tes kesehatan, wawancara dan Mental Ideologi (MI) hingga tahap penentuan akhir ia dinyatakan lulus.
“Saat itu saya harus berhenti kuliah karena diwajibkan mengikuti pendidikan kepolisian selama sembilan bulan di Sekolah Bintara Militer Sukarela Polri (Seba Milsuk Polri) di Mojokerto Jawa Timur,” tutur pensiunan polisi berpangkat melati satu ini.
Setelah lulus dari situ. Suyono harus meninggalkan tanah kelahirannya dan berpisah dengan keluarga. Lantaran mendapat penempatan di Polda Kalimantan Timur, Balikpapan sebelum bertugas di Sabhara Polres Bontang. Kota yang ia dambakan sejak SMA.
“Awal tahu Bontang itu dari pelajaran geografi. Selain itu salah satu guru SMA saya juga sering jadi Instruktur Pelatihan di PT Pupuk Kaltim,” tutur mantan Kasi Humas Polres Bontang ini.
Setahun dinas di Polres Bontang, purnawirawan kelahiran Kediri, 17 Februari 58 tahun silam itu dimutasi ke Polsek Anggana, daerah yang berjarak 12 KM dari Samarinda, Ibukota Provinsi Kaltim yang kala itu masuk wilayah hukum Polres Bontang.
Semasa enam tahun tugas di Reskrim dan Intel Polsek Anggana, Suyono sempat berniat melanjutkan Kuliah di IKIP PGRI Samarinda, namun impian itu pupus karena terkendala akses transportasi.
“Sudah urus surat pindah tapi transportasi dari Anggana ke Samarinda cuma mengandalkan Kapal Motor menyusuri Sungai Mahakam, jalur darat belum ada. Itupun jadwal kapal hanya sekali sehari pulang pergi (PP),” ucap Suyono.
Lantaran impian melanjutkan kuliah sirna dan masa ikatan dinas di Polsek Anggana sudah selesai, Suyono memilih mempersunting Sri Iswati, kekasihnya sejak SMA.
Usai menikah, Suyono kembali ditempatkan di Polres Bontang. Saat itu ia menjadi anggota Binmas. Karirnya pun mulai menanjak. Hampir semua fungsi kepolisian pernah ia lakoni, mulai dari Sabhara, Intel, Reskrim, Binmas, Lalu Lintas. Kemudian naik Kasubbag Logistik, Kaur Bin Ops Sat Reskrim, Wakapolsek Marangkayu, hingga menghabiskan karir kepolisian sebagai Kasi Humas Polres Bontang.
Menurutnya, pengalaman tak terlupakan saat dirinya mendapat tugas Operasi Pemulihan Keamanan daerah konflik Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada 2003, sebelum peristiwa Tsunami. Suyono saat itu menjadi satu-satunya polisi di Bontang mendapat tugas mulia tersebut.
“Panggilan tugas yang sangat luar biasa bagi saya, mungkin juga bagi banyak orang karena dalam hitungan jam harus berangkat dan meninggalkan keluarga. selama delapan bulan. Sementara anak dua masih pada kecil, masih SD,” kata purnawirawan yang resmi pensiun sebagai anggota Polri per hari ini, Senin (28/2/2022).
Suyono menjabarkan, saat itu ia mendapat perintah penugasan operasi dari atasan tepat pukul 09.00 pagi. Kemudian pukul 11.30 Wita ia harus tiba di Bandara PT Badak karena pukul 14.00 Wita harus sudah berada di Bandara Sepinggan Balikpapan untuk terbang naik pesawat ke Jakarta untuk bergabung dengan 99 rekannya dari seluruh Indonesia.
Selain menjalankan tugas kepolisian. Kompol Suyono juga berkecimpung dalam organisasi. Saat ini pria pecinta kuliner khas Gammi Bawis ikan bakar Baronang ini tercatat sebagai Ketua Umum Paguyuban Warga Kediri Kota Bontang dan Ketua Takmir Masjid Raudhatul Muttaqin Kelurahan Gunung Elai Bontang Utara.
“Setelah pensiun saya di sini aja berkebun, Nggak kemana-mana. Bontang ini aman dan kondusif,” kata Kompol Suyono memuji kota Taman (julukan Bontang). (se)
Profil Kompol Suyono
Nama Lengkap : Kompol H. Suyono
Tempat Tanggal Lahir : Kediri, Jawa Timur, 17 Februari 1964
Pendidikan Kepolisian :1. Seba Milsuk Polri 1986
2. PAG 2011
Pendidikan Kejuruan : Bintara Reskrim 1986, Bintara Intel 1992, Bintara Binmas 1997, Perwira Sidik Ilog 2012
Istri : Sri Iswati
Anak :1. Yoris Angga VS
2. Galih Sindoro P.
Karir
Anggota Sabhara Polres Bontang, Anggota Reskrim Polres Bontang, Anggota Reskrim Polsek Anggana, Anggota Intel Polsek Anggana, Anggota Binmas Polres Bontang, Anggota Sat Lantas Polres Bontang, Kabag Logistik Polres Bontang, Kanit Reskrim Polsek Bontang Utara, Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Bontang, Wakapolsek Marangkayu, dan terakhir Kasi Humas Polres Bontang.

Purnawirawan Kompol Suyono