UPDATEINDONESIA.COM- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengutuk keras pelaku penyiksaan dua individu orang utan Sumatera (Pongo abelii) di Aceh.
"Kami menyesalkan dan mengutuk siapapun yang melukai serta menyiksa kedua individu orang utan tersebut. Kami bersama penegak hukum akan berupaya mengungkap pelaku kekejaman tersebut," kata Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo kepada antara.com pada Selasa, 12 Maret 2019.
Selain BKSDA Aceh, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho juga ikut mengutuk keras perlakuan orang utan tersebut. Kutukan itu disampaikan melalui postingan kondisi yang dialami orang utan tersebut di akun twitter nya.
“Inilah induk orangutan Sumatera yang tubuhnya luka parah krn benda tajam & ada 74 peluru senapan angin. Anak orang utan umur 1 bulan mati krn kekurangan nutrisi berat dan trauma berat. Sungguh biadab orang yang menyiksanya. Saat ini dalam perawatan BKSDA Aceh”.
“Tulang saya bengkok jadi skoliosis saja sakit nyerinya luar biasa. Apalagi orangutan Sumatera yang di dalam tubuhnya ada 74 peluru senapan angin. Betapa lebih menyakitkan. Bahkan ada 6 peluru di dalam matanya. Sungguh kasihan orang utan itu. Sangat biadab perbuatan oknum itu,” kicau Sutopo dalam akun twitter-nya pada 13 Mar 2019.
Sebelumnya, BKSDA Aceh mengevakuasi dua orang utan terdiri atas induk dan anak dari kebun warga di Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, pada Minggu (10/3).
Evakuasi melibatkan personel Satuan Konservasi Wilayah II Resor 17 Rundeng bersama mitra kerja Wildlife Conservation Center Indonesia Program (WCS-IP) dan Orangutan Information Centre (OIC).
Mirisnya, kondisi induk saat dievakuasi memprihatinkan karena mengalami luka tembak senapan angin. Sedangkan anaknya menderita malnutrisi parah, sehingga menyebabkan satwa dilindungi tersebut mati saat dalam perjalanan ke lokasi karantina di Sibolangit, Sumatera Utara.
Selain itu, induk orang utan yang diberi nama ‘HOPE’ tersebut juga mengalami patah tulang tangan, kaki tangan, dan jari, serta mengalami luka bacok bernanah di punggung.
"Anak orang utan tersebut dikubur di Sibolangit. Sedangkan hasil pemeriksaan induk orang utan di Sibolangit, ditemukan 73 butir peluru senapan angin," kata Sapto Aji Prabowo.
* Berbagai Sumber
(Sena / K.A - Up.Ed)

individu orang utan Sumatera (Pongo abelii) di Aceh.