UPDATEINDONESIA.COM- Sri Wahyuni mencatatkan diri sebagai perempuan pertama yang menduduki jabatan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalimantan Timur (Kaltim).
Perempuan kelahiran Samarinda, 27 Desember 1970 ini resmi dilantik Gubernur Isran Noor, Rabu (30/3/2022). Sebelumnya ia menduduki jabatan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim sejak 2019.
Sri Wahyuni mengawali karir di Perwira Pertama Militer Kodim 0803/Madiun (1992-1994), Lurah Long Ikis, Kabupaten Paser (1994-1996) serta Kepala Sub Bagian Tata Pemerintahan Desa, Setda Kabupaten Kutai Kartanegara (1999-2003).
Kemudian, Kepala Bagian Humas dan Protokol Kutai Kartanegara (2006-2012), Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kutai Kartanegara (2012-2016), Kepala Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (2016 -2019) dan Kepala Dinas Pariwisata Kaltim (2019-2022).
.jpeg)
Pendidikan yang ditempuh yakni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), Jatinangor, Sumedang (1989-1992), lalu Sekolah Perwira Militer Wajib STPDN Sekolah Korps Wanita Angkatan Darat (Sekowad) Bandung (1992).
Selanjutnya, Sarjana Ilmu Pemerintahan Jurusan Politik Pemerintahan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta (1996-1998) dan Master of Public Policy The Australian National University (ANU) Canberra – Australia (2004 – 2006).
Kepada awak media, Sri Wahyuni mengaku siap untuk mengemban amanah sekda provinsi. Kendati demikian, dirinya membutuhkan dukungan dan kerja sama semua pihak, baik di pemerintahan maupun masyarakat umum.
"Amanah yang diberikan ini tentu saya tidak bisa menanggungnya sendiri, tapi diperlukan kerjasama dari semua pihak, baik dilingkungan Pemprov Kaltim maupun dari mitra pemprov dan tentunya juga dukungan dan kerjasama dari masyarakat Kaltim," ucap Sri Wahyuni.
Menurut Sri, jabatan baru yang diemban membuktikan kepada publik bahwa peran kaum wanita juga tidak bisa dikesampingkan. Pencapaian ini juga sekaligus mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya kaum perempuan untuk terus menunjukkan kinerja dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Sri Wahyuni menegaskan, menduduki jabatan strategis tentu tidak mengenal gender. Semua memiliki hak dan kesempatan. Pencapaian ini sekaligus memberi dorongan kuat kepada ASN, terutama kaum perempuan untuk menyadari bahwa kita semua memiliki kesempatan yang sama.
"Tapi juga harus memiliki komitmen bahwa kesempatan itu harus menunjukkan kinerja yang baik. Membangun komunikasi dan kolaborasi, itu kata kuncinya," pintahnya. (*)

Sri Wahyuni-Sekprov Kaltim