Kisah ABK Pengangkut Pupuk Yang Karam, 10 Jam Terombang Ambing Sebelum Diselamatkan

Berjuang Melawan Ombak dan Badai - maritimeworld

UPDATEINDONESIA.COM- Pikiran kalut sempat menghantui kapten Khairullah sebelum melepas tambatan tali kapal pengangkut 420 ton pupuk dari salah satu dermaga di Samarinda menuju Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur.


Setelah bolak balik memperhatikan aplikasi BMKG, Khairullah bersama lima anak buahnya meyakini mampu mengarungi pelayaran sejauh 200 mil melewati Selat Makassar. Kapal besarnya perlahan bergerak menjauhi dermaga, Sabtu, (28/5/2022) pagi. 


Awalnya semua misi berjalan lancar hingga pergantian hari. Namun sesampainya di Selat Makassar, sekitar pukul 22.00 Wita. Mesin kapal tiba-tiba berhenti bekerja. Sang kapten berusaha meminta pertolongan melalui alat komunikasi, tetapi tidak ada jawaban.


“Ada trouble pada mesin kapal,” ujarnya.


Lima anak buahnya terus berupaya memulihkan kekacauan. Kurang dari 2 jam, kerusakan mesin berhasil diatasi. Pelayaran kembali dilanjutkan. Empat jam berselang, prahara lain menghampiri. Saat itu jarum jam menunjukan pukul 02.00 Wita, Senin (30/5/2022).


Hujan badai datang beriringan dengan ombak tinggi sekitar 2 meter menerpa. Air laut bercucuran masuk ke dalam kapal. Sang Kapten memberi perintah Ambo Asse dan Nasir untuk bergegas mengecek empat unit pompa yang terpasang.


“Alif dan Ramli tetap siaga,” teriak Khairullah dengan suara panik.


Celaka, empat unit pompa tak lagi mampu mengmbangi kubangan air dari dalam kapal. Sang kapten memutuskan memutar arah agar kapal tidak berlawan dengan ombak. Namun tak berpengaruh. Kapal dengan 420 ton pupuk perlahan mulai karam.


Khairullah bersama kelima ABK kapal memutuskan terjun ke laut dan berharap pertolongan menghampiri. Keberuntungan yang diharapkan akhirnya muncul setelah kurang lebih 10 jam terombang ambing di laut lepas. Satu kapal nelayan melintas dan menyelamatkan Khairullah dkk.


“Kami semua pakai life jacket. Ada juga perahu kecil mirip sekoci,” tutur pria 49 tahun itu.


Khoiruddin dkk dibawa ke Bontang. Ia tiba di Dermaga Berbas Pantai pukul 16.00 Wita. Kemudian langsung diarahkan ke rumah Ketua RT setempat untuk selanjutkan dititipkan di Rumah Singgah Dinas Sosial sebelum dipulangkan ke daerah asal. (*)