Menilik Kelebihan Rapid Test COVID-19 Buatan Anak Bangsa

share on:
Rapid Test COVID-19 Mandiri. Dok: Sensing Self

TEKNO UPDATE- Santo Purnama, warga negara Indonesia yang tinggal di California, AS berhasil menciptakan alat tes cepat atau rapid test. Alat deteksi gejala awal virus Corona atau COVID-19 itu dikembangkan di perusahaan Sensing Self, Singapura dan resmi diproduksi sejak Februari silam. 

Temuan Santo ini disebut-sebut memudahkan masyarakat untuk melakukan pengecekan secara mandiri. Konon, temuan Santo ini telah mendapat lisensi edar dari pasar Eropa (CE), India (National Institute of Virology dan Indian Council of Medical Research), dan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA).

Alat ini bahkan hanya butuh waktu 10 menit untuk mendeteksi COVID-19 di dalam tubuh seseorang dengan tingkat akurasi mencapai 92%. Selain itu, keunggulan alat rapid test Sensing Self ciptaan Santo terletak pada enzim dalam alat tes.

Rapid test Sensing Self saat ini sudah masif digunakan untuk membantu sejumlah lembaga riset kesehatan dan bioteknologi di Amerika Serikat, seperti Mayo Clinic, University of California San Francisco, dan Chan Zuckerberg Biohub. Bahkan di India, yang mencatat angka ribuan kasus positif COVID-19, telah memesan sebanyak 3 juta unit.

Santo menyebut alat Rapid Test COVID-19 Sensing Self ini akan dijual sesuai harga produksi, yakni di kisaran Rp160 ribu per unit. Sanro menilai besaran harga itu cukup terjangkau untuk misi sosial dan penyelamatan banyak nyawa.

“Teknologi yang kita miliki bukan terletak pada kertasnya, tapi ada di enzimnya. Enzim itu kalau tidak diperhatikan, misalnya waktu ditaruh tidak dijaga suhunya atau segala macam, enzim itu bisa rusak,” ujar Santo.

Enzim adalah biomolekul protein yang berfungsi sebagai katalis atau senyawa yang mempercepat terjadinya reaksi dalam proses kimia organik. Pun demikian dalam rapid test, enzim juga berperan untuk menentukan hasil tes COVID-19.

Kini Santo tinggal menunggu lisensi izin edar dari pemerintah Indonesia untuk memasarkan rapid test Sensing Self di Tanah Air. “Perang melawan COVID-19 adalah perang melawan waktu. Kita harus menekan laju pertumbuhan pandemi ini dengan melakukan tes seluas mungkin. Oleh karena itu, kami berharap pemerintah Indonesia bisa memberikan respons positif bagi inisiatif kami untuk membawa alat tes mandiri ini ke Indonesia," tegas Santo.

Selain alat rapid test berbasis enzim, Santo bersama timnya saat ini juga sedang mengembangkan metode lain, yakni menggunakan tes asam nukleat (nucleic acid test) untuk mendeteksi infeksi COVID-19 sedini mungkin dengan akurasi hingga 99 persen pada hari pertama terpapar virus. Santo mengklaim alat tes ini juga akan segera diluncurkan dalam waktu dekat ini dengan harga yang terjangkau. (*/rus).

sumber : tekno.id


share on: