UPDATEINDONESIA.COM- Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) mengaku telah mempersiapkan langkah strategis dalam memimpin Sulawesi Selatan lima tahun kedepan.
Salah satunya ialah fokus pada saat janji kampanye politiknya yakni pembangunan infrastruktur dan layanan kesehatan. Namun di awal pemerintahannya, Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu mengungkapkan rencananya membentuk tim guna mempersiapkan pemerintahan baru.
Di samping menggodok program unggulan, dia bersama Sudirman bakal mengkaji program strategis kepala daerah sebelumnya yang dapat diteruskan
"Langkah awal kita sudah lakukan diskusi dengan Pemerintah Provinsi Sulsel. Kita sebagai orang baru di Pemprov, tidak mungkin langsung berjalan. Harus tahu kekuatan di mana, lalu mengambil alih tanggung jawab dimana," kata Nurdin usai menghadiri rapat pleno KPU tentang penetapan pemenang Pilgub Sulsel di Hotel MaxOne Makassar, Kamis 26 Juli 2018 malam.
Sejauh ini, Nurdin mengaku ia bersama wakilnya mulai melakukan konsolidasi dengan pemerintah provinsi supaya program prioritas bisa segera diterapkan setelah dilantik.
Nurdin berharap sebagian program prioritasnya bisa diakomodasi dalam draf APBD Perubahan tahun 2018, ataupun draf APBD tahun 2019 supaya masyarakat Sulawesi Selatan bisa segera merasakan manfaatnya.
Untuk itu, ia menunjuk Andi Sudirman Sulaiman yang saat ini menjadi Wakil Gubernur Sulsel untuk membentuk tim dalam mempersiapkan pemerintahan yang baru.
"Masyarakat sudah sangat menunggu gebrakan pemerintah. Karena itu tidak ada program 100 hari, kita jalan saja, ada program berjalan cepat," ujar Nurdin.
Selain itu, Nurdin Abdullah juga mengaku akan melakukan penyegaran komposisi jabatan di Pemprov Sulsel. Namun ia enggan menyebutkan apakah penyegaran atau mutasi jabatan yang dilakukannya jika nantinya resmi menjabat.
“Kalau saya bukan penyegaran, tapi kita ada step by step skala prioritas yang kita harus dilakukan, janji-janji politik pasti kita laksanakan," bebernya.
Nurdin meminta supaya tidak risau dengan isu mutasi. Namun terlepas dari itu ia menegaskan tetap akan mencari pejabat pemerintah yang bisa melaksanakan tanggung jawab.
“Sulsel ini harus dibangun by sistem, kalau sudah by sistem baru kita menata personil. Jangan sampai pejabat yang beri kepercayaan tidak mampu menjalankan tanggung jawabnya. Karena Saya dan pak Andi Sudirman ini orang pekerja, bukan mencari kesalahan orang lain atau dendam terhadap hasil pilkada. Pilkada kita sudah dikubur dalam-dalam, sekarang saatnya menyatu demi kemajuan Sulsel," pungkasnya.
Disamping itu, Nurdin kemudian menyinggung soal rencana efisiensi anggaran daerah. Dia mencontohkan, dari total Rp9,9 triliun anggaran belanja di APBD Sulsel, sebanyak Rp3,9 triliun merupakan pos belanja pegawai. Jumlah itu, menurut dia, seharusnya bisa dipangkas karena terlalu besar.
"Ini harus kita sisir. Belanja hibah Rp1,9 triliun juga terlalu besar. Harus disisir, supaya benar-benar dinikmati oleh rakyat," terang Nurdin.
