Pesan Menyentuh Nirmalasari Yukiko Usai Batal Memandu Debat Kandidat Pilkada Bontang

share on:
Nirmalasari Yukiko

UPDATEINDONESIA.COM- Sosok Nirmalasari Yukiko mendadak tenar di Bontang, Kalimantan Timur. Bukan karena batal memandu debat kandidat Pilkada Bontang 2020. Melainkan keputusan KPU Bontang menunjuk moderator yang terindikasi berafiliasi dengan partai politik.
 

Perempuan kelahiran Sangatta 28 Oktober 1993 itu pun tidak menampik rekam jejaknya di partai politik. Ia membenarkan jika dirinya sempat mengikuti kontestasi pemilihan legislatif 2019. Saat itu, dia mencalonkan diri melalui Partai Hanura untuk pemilihan anggota DPRD Kaltim dengan Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Samarinda.
 

Namun Nirmala meluruskan bahwa ia telah melayangkan surat pengunduran diri sebagai Bendahara I DPD maupun Ketua Srikandi di Hanura Kaltim sebelum ditunjuk memandu debat publik di Pilkada Bontang. Hanya saja, kata dia, surat pengunduran dirinya sebagai pengurus partai baru diteken ketua DPD Hanura Kaltim,  Surpani Sulaiman pada 27 Oktober 2020.
 

“Jika kemudian ada yang mempertanyakan netralitas saya sebagai moderator. Disini saya tegaskan dan luruskan bahwa saya orang yang netral karena saat ini sudah tidak terlibat dalam partai politik maupun menjadi bagian dari salah satu tim sukses pasangan calon manapun,” kata mantan reporter dan presenter salah satu stasiun televisi nasional ini saat jumpa pers bersama Ketua KPU Bontang, Sabtu (31/10) siang.
 

Selain itu, penyandang Putri Batik Samarinda 2014 ini juga membantah tudingan segelintir pengguna media sosial (medsos) yang menyebut Nirmala memiliki keterikatan maupun kontrak dengan PKTv, stasiun televisi yang ditunjuk menyiarkan acara debat  tersebut sebelum ditunda.

 

BACA JUGA : Debat Kandidat Pilkada Bontang Ditunda, Moderator Hingga Lembaga Penyiar Di Coret

Meski demikian, Putri Bahari Indonesia Perwakilan Kaltim pada 2015 ini mengaku menerima keputusan KPU Bontang yang terpaksa menunda debat kandidat akan ia pandu. Menurut pemenang Duta Wisata Samarinda 2015 itu, kendati ada kekecewaan namun ia tidak bisa memaksakan diri walaupun niatnya ingin memberikan yang terbaik saat memandu acara tersebut.
 

“Walaupun batal tetapi saya memahami. Berarti masyarakat Bontang sangat peduli terhadap pemilihan wali kota ini. Mudah-mudahan kedepannya siapapun moderatornya, debat dapat berjalan lancar dan layak ditonton,” ucapnya. (*)


share on: