UPDATEINDONESIA.COM- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin (13/8). Rencananya presiden Jokowi bersama rombongan akan berada di Lombok selama dua hari dan akan tidur di tenda pengungsian.
Presiden Jokowi dan rombongan tiba dibandara Internasional Praya Lombok pada pukul 16.00 WITA. Dari bandara tersebut, presiden Jokowi akan bertolak ke Landasan Helikopter di Kecamatan Pemenang, Kecamatan Lombok utara, menggunakan Helikopter kepresidenan didampingi dua Helikopter TNI AU.
Dari informasi yang berhasil kami himpun, kedatangan presiden untuk meninjau sejumlah posko pengungsian sangat dinantikan, mengingat para pengungsi saat ini sangat membutuhkan bantuan air bersih, tenda dan perlengkapan lainnya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya merilis sedikitnya terdapat 436 orang meninggal dan menyebabkan 1.353 orang terluka akibat gempa yang berkali-kali mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu.
Jumlah tersebut adalah korban yang sudah terdata oleh kepala desa dan bintara pembina desa. Jumlah korban meninggal dunia paling banyak di Kabupaten Lombok Utara (374) disusul Kabupaten Lombok Barat (37), Kabupaten Lombok Timur (12), Kota Mataram (sembilan), Kabupaten Lombok Tengah (dua) dan Kota Denpasar (dua).
"Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan roboh saat gempa. Evakuasi korban yang tertimbun bangunan runtuh dan longsor masih dilakukan oleh tim pencarian dan pertolongan gabungan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Sutopo Purwo Nugroho dalam pernyataan tertulis, Senin, (13/8) pagi
Adapun penyaluran bantuan ke pengungsi menurut Sutopo masih dilanjutkan ke seluruh pelosok daerah yang terdampak gempa. Jalan yang rusak membuat penyaluran bantuan terhambat.
Untuk mengatasi masalah itu, tiga helikopter dari BNPB, TNI dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dikerahkan untuk menyalurkan bantuan.
"Kebutuhan mendesak hingga saat ini adalah tenda, selimut, makanan siap saji, terpal alas tidur, mandi-cuci-kakus, air bersih, perbaikan jaringan komunikasi, penerangan atau listrik, kendaraan untuk distribusi logistik, dan kebutuhan dasar sehari-hari," kata Sutopo.
Diketahui, setelah guncangan gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter pada 29 Juli, wilayah Lombok dan sekitarnya kembali diguncang gempa 7 Skala Richter pada 5 Agustus, yang disusul banyak gempa susulan.
Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga menghancurkan dan merusak ribuan bangunan rumah dan fasilitas publik. Salah satunya adalah masjid yang roboh saat sedang Salat Isya berjamaah di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Presiden Jokowi Tinjau Korban Gemapa Lombok, Seni (13/8)