Program BBM Satu Harga Dilanjutkan hingga 2024

Pemerintah meresmikan 17 titik lembaga penyalur BBM Satu Harga

UPDATEINDONESIA.COM- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus melanjutkan Program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga yang pertama kali digulirkan pada tahun 2017. Pada tahun 2024, Kementerian ESDM menargetkan pembangunan 100 lembaga penyalur BBM Satu Harga, sehingga seluruh wilayah Indonesia dapat menikmati BBM bersubsidi dengan harga yang sama.

Menteri ESDM, Arifin Tasrif, menyampaikan bahwa program ini merupakan inisiatif pemerintah untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan menyediakan BBM dengan harga yang sama di semua wilayah. Pada tahun 2023, pemerintah berhasil merealisasikan target 100 persen program BBM Satu Harga di 89 lokasi dengan penyaluran BBM Satu Harga untuk Pertalite seharga Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter.

"Program BBM Satu Harga merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan menyediakan BBM dengan harga yang sama di seluruh wilayah Indonesia," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif.

Berdasarkan Roadmap BBM Satu Harga hingga akhir 2024, targetnya adalah membangun sebanyak 583 penyalur BBM Satu Harga. Program ini telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T), serta daerah kepulauan, yang sebelumnya seringkali kesulitan mendapatkan pasokan BBM dengan harga terjangkau.

Data dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menunjukkan bahwa 512 lembaga penyalur BBM Satu Harga telah tersebar di beberapa kepulauan terpencil di Indonesia. Maluku dan Papua menjadi wilayah dengan jumlah penyalur terbanyak, sementara Jawa, Bali, dan Madura memiliki penyalur yang lebih sedikit.

Menteri Arifin menekankan bahwa sebaran penyalur masih perlu ditingkatkan di beberapa wilayah seperti Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Melalui program BBM Satu Harga, masyarakat di wilayah 3T dapat menikmati BBM bersubsidi dengan harga yang sama dengan masyarakat di wilayah lain, meningkatkan akses terhadap energi yang terjangkau.

Dalam konteks alokasi subsidi energi pada 2024, Kementerian ESDM menargetkan sebesar Rp186,9 triliun, yang terdiri atas subsidi BBM dan elpiji sebesar Rp113,3 triliun serta listrik sebesar Rp73,6 triliun. Pemerintah tetap mempertahankan subsidi energi untuk menjaga daya beli masyarakat, menyikapi kenaikan harga minyak mentah dunia.

Pada 2023, realisasi subsidi energi mencapai Rp159,6 triliun, lebih tinggi dari target sebesar Rp145,3 triliun. Program BBM Satu Harga dijalankan oleh Pertamina, yang sejak 2017 telah menyalurkan sekitar 1,2 juta kiloliter (kl). Hingga Oktober 2023, 449 ribu kl BBM Satu Harga telah disalurkan ke SPBU yang telah selesai dibangun pada tahun 2023.

Menteri ESDM Arifin Tasrif yakin bahwa program BBM Satu Harga dapat menutup celah terjadinya kemungkinan penyelundupan BBM karena harga bahan bakar di seluruh wilayah kini sama rata. Sebelum adanya program ini, masyarakat di daerah 3T harus mengeluarkan uang besar untuk membeli BBM, namun dengan adanya BBM Satu Harga, mereka dapat menikmati harga yang sama dengan daerah lain. (*)