UPDATEINDONESIA.COM - Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara terus meningkat. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 29 November 2025 mencatat lonjakan signifikan di beberapa daerah.
Di Sumatra Utara, korban meninggal bertambah menjadi 166 jiwa, naik dari sebelumnya 116 jiwa. Sebanyak 143 orang masih dicari oleh tim gabungan yang dipimpin Basarnas.
“Korban tersebar di delapan daerah terdampak,” kata Kepala BNPB Suharyanto.
Jumlah pengungsi juga meningkat. Di Tapanuli Utara sekitar 600 KK, Tapanuli Tengah 1.100 KK, dan Tapanuli Selatan 4.661 KK yang tersebar di 12 kecamatan, Humbang Hasundutan 1.712 jiwa, dan Mandailing Natal 1.378 jiwa.
“Hingga hari ketiga, Kota Sibolga masih terisolasi, memaksa tim menyalurkan logistik melalui udara,” ujar Suharyanto.
BACA JUGA : UPDATE Korban Bencana Aceh, Sumut, Sumbar: 174 Meninggal, Puluhan Hilang, Ribuan Warga Mengungsi
Di Provinsi Aceh, korban meninggal naik menjadi 47 jiwa dari sebelumnya 35 jiwa. Ada 51 orang masih hilang dan 8 luka-luka. Pengungsi mencapai 48.887 kepala keluarga, dengan hampir seluruh kabupaten/kota terdampak.
Sumatra Barat menjadi wilayah dengan lonjakan korban paling signifikan. Dari sebelumnya 23 korban meninggal, kini tercatat 90 jiwa meninggal, 85 hilang, dan 10 luka-luka.
Rinciannya, Kabupaten Agam mencatat 74 meninggal dan 78 hilang. Di Pasaman Barat, satu meninggal, enam hilang, dan satu luka-luka. Kota Padang Panjang melaporkan tujuh korban meninggal dan tiga luka-luka, Kota Padang lima meninggal, Kota Solok satu meninggal, dan Tanah Datar dua meninggal, satu hilang, serta empat luka-luka.
Total pengungsi di Sumatra Barat lebih dari 11 ribu jiwa, terbanyak di Kota Padang. Meski kondisi di sebagian besar wilayah mulai pulih. Namun enam daerah masih membutuhkan penanganan intensif. (*)

Kayu gelondongan sisa material banjir bandang menumpuk di Pantai Air Tawar, Padang, Sumatra Barat. (FOTO : ANTARA)